Puisi: Lawang Sewu (Karya Kurnia Effendi)

Lawang Sewu

Tak perlu menghitung penghuni gedung itu
Mereka selalu ramah menyapamu abad demi abad
Atau bercakap seperti para anemer
Pada sebuah biro yang hangat

Sepanjang lorong yang menjadi sela antara
ruang dan taman, tilas sepatu itu bicara
Atau sebetulnya bertanya:
“Kapan pensiun dari perasaan jemu?”

Dalam sunyi yang dikejar waktu, sebagian
besar orang menunggu
Kereta api tiba tak tentu, sebab sejak berangkat
ia membawa ragu dalam gerbong-gerbong masa lalu

“Jangan lupa singgah. Kapan sempat, terserah.”
Mereka merasa hidup ini semacam langsir
Perlu mundur kembali setiap kali jam kerja berakhir
“Aku hanya ingin tetirah, sebelum akhirnya menyerah.”

Kini relung-relung itu tak lagi gelap
Dari jendela kaca patri di loteng, membias spektrum
warna. Separuh cahaya membawa hangat cahaya
Sisanya mengisi laci-laci yang terbuka

Jakarta, 21 Januari 2017
Puisi: Lawang Sewu
Puisi: Lawang Sewu
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar