Puisi Kurnia Effendi

Puisi: Bedugul (Karya Kurnia Effendi)

Bedugul Kaki-kaki bukit yang menyelam ke dasar telaga, melahirkan anak-anak ikan. Pada  rambutnya yang bermahkota kabut, sesekali menyembur gerimis. …

Puisi: Kepergianku Ini Justru Karena Aku Mulai Mencintaimu (Karya Kurnia Effendi)

Kepergianku Ini Justru Karena Aku Mulai Mencintaimu Sahabat semua, ini langkah yang sungguh berat Saat seluruh perasaan tertanam semakin erat Tapi, p…

Puisi: Taman Laut (Karya Kurnia Effendi)

Taman Laut - Gratiagusti Chananya Rompas Jejak bulan samar pada langit biru memar Di ambang jendela subuh, kukenang suaramu: Paduan nada manja, kantu…

Puisi: Interior Senja (Karya Kurnia Effendi)

Interior Senja Itulah pantai Dengan batas langit dan kaki bukit Sebentuk pinggang benua Terlihat ramping dari angkasa Alangkah gaduh cuaca Seperti si…

Puisi: Tubuh Ibu (Karya Kurnia Effendi)

Tubuh Ibu Malam memasang jubah sunyi, ketika tubuh Ibu menjelma rumah dengan banyak kamar. Detik berjatuhan serupa merjan yang lepas dari ikatan. Ber…

Puisi: Mengenang Bandung dari Jauh (Karya Kurnia Effendi)

Mengenang Bandung dari Jauh Jalan-jalan basah menuju puncak bukit, hutan kecil, rimbun daun Jalan-jalan rindang dengan pohonan yang setia menjadi pay…

Puisi: Hujan 1/2 Jam (Karya Kurnia Effendi)

Hujan 1/2 Jam Tetes terakhirnya tertinggal di genting apartemen Atap Merah: Ketika itu kau menulis surat Dengan kertas buram, pensil 2 B, huruf latin…

Puisi: Sepasang Barista (Karya Kurnia Effendi)

Sepasang Barista Sepasang barista bercumbu di meja kafe yang baru saja menutup pintu. Setengah jumlah lampu telah dipadamkan tak terdengar lagi dengu…

Puisi: Pernah Ada Hari (Karya Kurnia Effendi)

Pernah Ada Hari (1) Pernah ada hari ketika kita tak punya apa-apa selain cinta yang dituang ke dalam cangkir untuk diminum bersama, lalu tumpah ke ma…

Puisi: Menjelang Pagi (Karya Kurnia Effendi)

Menjelang Pagi Pada sisa sepertiga malam kudengar jemari hujan Mengetuk atap dan jendela tempat menginap di Parapat Bermain irama dengan jantungku, d…

Puisi: Cinta Randu Alas (Karya Kurnia Effendi)

Cinta Randu Alas Cintaku padamu meniru akar randu alas Melesak dalam sela batu bumi, mengikat erat beribu hikayat. Di ranah Sebayu, kurawat sumur dan…

Puisi: Haiku tentang Kopi (Karya Kurnia Effendi)

9 Haiku tentang Kopi 1. kasihku: Eva lingkar pinggang Pringsurat terkecup hangat 2. lebar Malabar paras petani kopi disekap kabut 3. secangkir cinta …

Puisi: Lawang Sewu (Karya Kurnia Effendi)

Lawang Sewu Tak perlu menghitung penghuni gedung itu Mereka selalu ramah menyapamu abad demi abad Atau bercakap seperti para anemer Pada sebuah biro …

Puisi: Lonceng Angin (Karya Kurnia Effendi)

Lonceng Angin : notasi ulang tahun untuk Abing Patrick Tentu aku tak tahu berapa umurku Kecuali keloneng lonceng yang mendekatkan jarak dua bukit Aku…
© Sepenuhnya. All rights reserved.