Puisi: Malam Tamansari (Karya Suminto A. Sayuti)

Malam Tamansari

Penjaga malam itu datang tatkala rembulan
jatuh di pundak tembok temugelang. Aku pun
bergegas masuk ke dalam mata cincin di jari
manismu, nimas. Orang-orang ribut, "Malingsakti,
malingsakti, di mana engkau sembunyi".
Keraguan muncul menyelimuti kalbumu. "lepas
dan berikan buat tumbal-pageblug negeri, Pipi
ini lebih nikmat dielus telanjang jari. "Aku pun
bergegas sembunyi di ikat sanggul rambutmu.
Engkau pun bergegas berbisik, "Malinghati, malinghati,
Kepadamu selamanya aku bakalan mengabdi". Lalu sepi.
Penjaga malam itu pergi tatkala rembulan jatuh
di pundak tembok temugelang. Aku pun bergegas
keluar dari persembunyian. "Surikanti, Surtikanti,
lelaki sejati tak pernah cidra ing janji". lalu sepi.

Pakem, 1989
Puisi: Malam Tamansari
Puisi: Malam Tamansari
Karya: Suminto A. Sayuti

Catatan:
  • Prof. Dr. Suminto A. Sayuti lahir di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Oktober 1956.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar