Puisi: Meniti Jalan Setapak Siang Hari (Karya Juniarso Ridwan)

Meniti Jalan Setapak Siang Hari

jalan yang simpang-siur ini menuju lereng bukit,
batu-batu menelorkan sepi dari gumpalan kabut. Akar
serabut melewati genangan air menyimpan warna dari
himpitan daun yang terbakar waktu. Pada lekukan subur,
dengan kerimbunan hutan, kau ulurkan cinta itu, bumi
yang penuh iklas: "untuk masa depan".

ikan-ikan pun dengan lahap mengunyah kesenyapan,
dan dalam kejernihan tubuhmu, terbayang kehidupan
yang menggairahkan. Gunung-gunung menyembul dari
bentangan dadamu, adalah sumber harapan yang tak
pernah putus bagi danau yang dimabuk dahaga. Kemudian
langit menebarkan harum bunga bagi nafas-nafas suci.

tak henti batang pohon menyuarakan desah burung-burung,
dengan sayap terluka di antara gemerisik pucuk bambu;
kesunyian kembali memberikan arah, bahwa jengkal demi
jengkal tanah telah kehilangan sejarahnya.

1995
Puisi: Meniti Jalan Setapak Siang Hari
Puisi: Meniti Jalan Setapak Siang Hari
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar