Puisi: Pengembara dan Sekuntum Bunga (Karya Kurnia Effendi)

Pengembara dan Sekuntum Bunga

Dalam sore semerbak harum taman, aku bercakap-cakap
dengan sekuntum bunga. Diredamnya luka pasa seluruh
kelopak yang bertahan dari empasan musim telengas

“Ingin kuceritakan kepadamu, Pengembara.”

Dan aku bukan pengembara yang setia
Berulang ingkar janji, tak sepenuhnya menempuh
jalan lurus, mencari sumber benih kelahiran dunia:

    Sepercik air yang berkilau cahaya
    Segumpal tanah yang gembur dan basah
    Sedesir angin yang melekatkan hawa dingin
    Atau sedenging suara di hening Hira?

Gamang kuhampiri mulut kebun karena sekuntum bunga
menanti penuh harap. Ia bertahan pada tangkai ringkih,
akar pipih, dan rintih lirih

“Ingin kuwariskan kisah kepadamu, Pengembara.”

Dan aku bukan pengembara sejati
Langkahku berat oleh dendam tak terpadamkan

2019
Puisi: Pengembara dan Sekuntum Bunga
Puisi: Pengembara dan Sekuntum Bunga
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar