Puisi: Semua Menulis Klenik (Karya Pudwianto Arisanto)

Semua Menulis Klenik

kusimpan matahari merintih dalam galau bukit, dan humus
di pertapaannya bangkit menyepuh kegusaran di bawah yang
tercabik-cabik kerontang. membentang di jiwa hingga bali
aku terjaring pandangan mayat-mayat papandayan melintas

gemulai sektor itu dahulu dikemas tajuk berita, dan telepon
menjadi tumbal investor menggapai nirwana, atau anak cucuku
terisak dan kian sederhana berpindah pulau, tradisi, suami
dicaci-maki nyonya-nyonya yang bugar dalam kesempurnaan
yang sukses mendulang emas dengan menentang katabelece

datang priyayi kujuangkan, engkau dekat sejak obat. bank
menyimpan impian. aku lelap di terowongan kanal pelabuhan
dalam kenikmatan prenjak soal filsafat kujajaki, tetapi
semua menulis klenik ketika tukang pijit mulai senyum

Jakarta, 11/3/1991
Puisi: Semua Menulis Klenik
Puisi: Semua Menulis Klenik
Karya: Pudwianto Arisanto

Catatan:
  • Pudwianto Arisanto adalah penyair kelahiran Pasuruan.
  • Pudwianto Arisanto lahir pada tanggal 25 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar