1991

Puisi: Trompet (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Trompet (– Dili, 12 November 1991) "Seharusnya kutiup kau malam itu." Supaya orang-orang yang terb…

Puisi: Ceritakanlah Ini kepada Siapapun (Karya Wiji Thukul)

Ceritakanlah Ini kepada Siapapun Panas campur debu terbawa angin kemana-mana koran hari ini memberitakan kedungombo menyusut kek…

Puisi: Hujan (Karya Wiji Thukul)

Hujan mendung hitam tebal masukkan itu jemuran dan bantal-bantal periksa lagi genting-genting barangkali bocornya pindah udara gerah ruangan gelap li…

Puisi: Jalan Slamet Riyadi Solo (Karya Wiji Thukul)

Jalan Slamet Riyadi Solo dulu kanan dan kiri jalan ini pohon-pohon asam besar melulu saban lebaran dengan teman sekampung jalan berombongan ke taman …

Puisi: Semua Menulis Klenik (Karya Pudwianto Arisanto)

Semua Menulis Klenik kusimpan matahari merintih dalam galau bukit, dan humus di pertapaannya bangkit menyepuh kegusaran di bawah yang tercabik-cabik…

Puisi: Memikul Gelisah Kiriman (Karya Pudwianto Arisanto)

Memikul Gelisah Kiriman di pedalam embun meleleh udara kotor dan rambu-rambu lalu lintas kacau, puluhan kata habis greget dalam gagang telepon. lalu …

Puisi: Perjalanan Pulang (Karya Joko Pinurbo)

Perjalanan Pulang Kadang ingin sangat aku pulang ke rumahmu. Setidaknya kubayangkan suatu senja aku datang ke ambang jendelamu, melongok waj…

Puisi: Sajak Lapar (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Lapar iqrakku lapar tapi tak mau ikan tak mau nasi tak mau tahu tak mau buah kecuali buahmu iqrakku haus tapi tak mau air tak mau madu tak mau …

Puisi: Kematian Kepompong (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kematian Kepompong Engkau ikut dalam arak-arakan itu. menuju rumah cinta yang tak berpintu. aku yang mengusung dan kita gali liang buat diri…

Puisi: Perjalanan Burung (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Perjalanan Burung Ketika burung itu akhirnya mati juga di sangkarnya apa yang mesti kukatakan padamu (se…

Puisi: Lumut (Karya Wiji Thukul)

Lumut dalam gang pikiranku menggumam seperti kemarin saja kini los rumah yang dulu kami tempati jadi bangunan berpagar tembok tinggi aku jalan lagi m…

Puisi: Tanah Air Mata (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Tanah Air Mata tanah air mata tanah tumpah dukaku mata air airmata kami airmata tanah air kami di sinilah kami berdiri menyanyikan airmata kami di ba…

Puisi: Sajak Orang Mabuk (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Orang Mabuk Karena hidup penuh keterbatasan Kupilih api cinta abadi Membara dalam dadamu Allah, sambutlah hatiku Yang terbakar api …

Puisi: Mendengar Kata Anak Alam (Karya Diah Hadaning)

Mendengar Kata Anak Alam Bunga-bunga rumput di padang mekar sepanjang musim kehidupan mestikah kupindahkan musim kehidupan mestikah kupind…
© Sepenuhnya. All rights reserved.