Puisi: Lumut (Karya Wiji Thukul) Lumut dalam gang pikiranku menggumam seperti kemarin saja kini los rumah yang dulu kami tempati jadi bangunan berpagar tembok tinggi aku jalan lagi m…
Puisi: Tanah Air Mata (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Tanah Air Mata tanah air mata tanah tumpah dukaku mata air airmata kami airmata tanah air kami di sinilah kami berdiri menyanyikan airmata kami di ba…
Puisi: Sajak Orang Mabuk (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Sajak Orang Mabuk Karena hidup penuh keterbatasan Kupilih api cinta abadi Membara dalam dadamu Allah, sambutlah hatiku Yang terbakar api …
Puisi: Mendengar Kata Anak Alam (Karya Diah Hadaning) Mendengar Kata Anak Alam Bunga-bunga rumput di padang mekar sepanjang musim kehidupan mestikah kupindahkan musim kehidupan mestikah kupind…
Puisi: Ranjang Kematian (Karya Joko Pinurbo) Ranjang Kematian Ranjang kami telah dipenuhi semak-semak berduri. Mereka menyebutnya firdaus yang dicipta kembali oleh keturunan orang-oran…
Puisi: Pengantar (Karya Hijaz Yamani) Pengantar Kita apakan alur cermin ketika kita merapat berduaan Bulan tidak timbul tapi kita bisa melihat lembah itu dari balik alur cermin ini Kau ap…
Puisi: Lingkungan Kita Si Mulut Besar (Karya Wiji Thukul) Lingkungan Kita Si Mulut Besar lingkungan kita si mulut besar dihuni lintah-lintah yang kenyang menghisap darah keringat tetangga da…
Puisi: Adillah Kepala Desa Kami (Karya John Dami Mukese) Adillah Kepala Desa Kami Kami minta, ya Tuhan, dengan sungguh Sudilah Kau datang menghakimi kami Hakimilah kami seturut keadilan-Mu Agar tenteramlah …
Puisi: Catatan dalam Hujan (Karya Soni Farid Maulana) Catatan dalam Hujan aku serahkan seluruh jiwaku pada-Mu karena menolak ada-Mu berdasarkan pikiran adalah kesia-siaan belaka. keimanan adalah kerindua…
Puisi: Kisah Cinta Tak Bersalah (Karya Afrizal Malna) Kisah Cinta Tak Bersalah Bapak mulai merasa bersalah telah menyintai aku. Membuat ia menangis ketika aku mati. Bapak juga merasa bersalah telah m…
Puisi: Maut (Karya Sapardi Djoko Damono) Maut maut dilahirkan waktu fajar ia hidup dari mata air, itu sebabnya ia tak pernah mengungkapkan seluk-beluk karat yang tel…
Puisi: Kekasih Lahir dari Duka Derita (Karya Emha Ainun Nadjib) Kekasih Lahir dari Duka Derita Dari mana gerangan tiba ia mendadak tumpah cahayanya ke wajahku kekasih datang menguak rahasia setelah beratus tahun k…
Puisi: Mereka Membangun Sungai (Karya Dorothea Rosa Herliany) Mereka Membangun Sungai Mereka membangun sungai pada kepalanya, kata seseorang. Agar hanyut kalimat-kalimat dalam p ikirannya menuju bendung…