1991

Puisi: Konser Asin Pantai (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Konser Asin Pantai akan kusambut debur ombak. kutanyakan mengapa pasir-pasir menguruk kenikmatan cinta. sentuhan-sentuhan tak pernah lagi menggetarka…

Puisi: Maut (Karya Sapardi Djoko Damono)

Maut maut dilahirkan waktu fajar ia hidup dari mata air, itu sebabnya ia tak pernah mengungkapkan seluk-beluk karat yang tel…

Puisi: Kisah Cinta Tak Bersalah (Karya Afrizal Malna)

Kisah Cinta Tak Bersalah Bapak mulai merasa bersalah telah menyintai aku. Membuat ia menangis ketika aku mati. Bapak juga merasa bersalah telah m…

Puisi: Kuitansi (Karya Taufiq Ismail)

Kuitansi Selembar kuitansi Dua hektar luasnya Terbentang di hadapanku Tak tahu aku cara Menandatanganin…

Puisi: Batu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Batu (1) Aku pun akhirnya berubah menjadi batu. Kau pahatkan, "Di sini istirah dengan tenteram sebong…

Puisi: Bulan (Karya Sulaiman Juned)

Bulan Ini kalbu rindu rembulan bertengger di atap rumah tetangga meremas kata - merekah kasih sementara di pucuk cemara ada camar menyeru…

Puisi: Sajak Tapi Sayang (Karya Wiji Thukul)

Sajak Tapi Sayang kembang dari pinggir jalan kembang yang tumbuh di tembok tembok selokan kupindah kutanam di halaman depan anakku senang bojoku sena…

Puisi: Seandainya Waktu Lebih Panjang (Karya Maskirbi)

Seandainya Waktu Lebih Panjang Telah kuhitung jumlah nafas Bersama degup jantung Sudah jauh mengayuh langkah Tapi, masih teras…

Puisi: Nikah Pohonan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Pohonan dari akar ke ranting jalan asing : persemaian bunga yang bersetubuh dengan kupu-kupu. dan angin yang menyebarkan keringat waktu. sebelu…

Puisi: Desember (Karya Joko Pinurbo)

Desember Ingin kumimpikan banyak hal dan pergi ke malam yang jauh sambil membayangkan semuanya bakal kekal. Di musim yang rusuh ini, di musi…

Puisi: Beri Aku Kekuasaan (Karya Afrizal Malna)

Beri Aku Kekuasaan Mereka pernah berjalan dalam taman itu, membuat wortel, semangka, juga pepaya. Tetapi aku buat juga ikan-ikan plastik, angsa-…

Puisi: Batas Panggung (Karya Wiji Thukul)

Batas Panggung kepada para pelaku ini daerah kekuasaan kami jangan lewati batas itu jangan campuri apa yang terjadi di sini karena kalian penonton ka…

Puisi: Ketika Masih Bocah (Karya Abdul Hadi WM)

Ketika Masih Bocah Ketika masih bocah, rumahku di tepi laut Bila pagi pulang dari perjalanan jauhnya Menghalau…

Puisi: Tetangga Sebelahku (Karya Wiji Thukul)

Tetangga Sebelahku tetangga sebelahku pintar bikin suling bambu dan memainkan banyak lagu tetangga sebelahku kerap pinjam gitar nyanyi sama anak-anak…
© Sepenuhnya. All rights reserved.