Puisi: Semua Musim Melihat (Karya Pudwianto Arisanto)

Semua Musim Melihat

jalan berliku menanjak, merambat dalam telapak
menyunting bayangan. ubun-ubun disapu malam
bilangan kenangan dalam magrib; sujud bersama
airmata meluncur, puja-pujian Kekasih deras jua

seluruh musim melipat. trasa lumer serabut hati
dan guyuran ritme-ritme alam menyisahkan duka
persis riuh yang mengebor rintik hujan, suara-mu
kicauan burung, asap dupa; berenang dalam perih

Puisi: Semua Musim Melihat
Puisi: Semua Musim Melihat
Karya: Pudwianto Arisanto

Catatan:
  • Pudwianto Arisanto adalah penyair kelahiran Pasuruan.
  • Pudwianto Arisanto lahir pada tanggal 25 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar