Puisi: Sepanjang Witte de Withestraat (Karya Kurnia Effendi)

Sepanjang Witte de Withestraat

Akhirnya tiba di sini: sebuah jalan
yang tak kenal sunyi. Malam berdiang
pada api yang memenuhi mata.
Menari-nari

Sepasang kaki perlu diluruskan
dalam restoran yang sibuk
Menyeduh teh Cina di poci porselen
Warna kuning tak kunjung jadi cokelat

Setelah memesan menu nomor lima belas,
pembicaraan semakin berkelas
Tentang sejarah dua bangsa dan
kenangan yang tersisa

Empat mangkuk bakmi bebek terhidang
Kami seperti petani menghadapi ladang
Penat itu perlahan terlucut dari badan
Kesumat itu membuat mangkuk kembali perawan

Akan kuingat namamu, Hung Kee
Sebab serat lidahku menyimpan bumbu
Masakan yang mengobati rindu
pada tanah airku

Rotterdam, 22 Agustus 2017
Puisi: Sepanjang Witte de Withestraat
Puisi: Sepanjang Witte de Withestraat
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar