Puisi: Shofa dan Briza dalam Komposisi Tengah Hari (Karya Kurnia Effendi)

Shofa dan Briza dalam Komposisi Tengah Hari

Di atas permukaan batu alam yang kasar, Shofa dan Briza
menciptakan kehidupan. Pada lembar dunia yang lain
mereka melahirkan manusia, hewan, dan tumbuhan. Mereka
menggariskan nasib dengan pikiran, menandai dengan aksara,
menanamkan berbagai perasaan, seperti angin meletakkan
serbuk sari pada rekah putik

Pada jarak yang terjangkau tangan, aku menciptakan dunia bagi
Shofa dan Briza. Mereka bukan merpati yang gemar memainkan
sayap bersenda gurau di teras pegupon. Kuletakkan mereka pada
bentangan pikiran, tanpa ruas tanpa batas, kecuali cahaya dari
matahari yang sama. Dialah benda yang membocorkan rahasia di
antara kami, bahwa tengah hati sedang menghampiri

Aku tak mungkin menduga isi hati Shofa dalam asuhan angin
taman, ketika daun-daun kering luruh ke pangkuan memberinya
inspirasi. Aku tak sanggup mencuri isi kepala Briza yang
terpukau suara dari balik punggungnya. Mereka kini menjadi
bagian dari sebuah taman: serupa patung batu atau serumpun
perdu, mirip fontain yang riang atau bangku beton dengan
sisa remah cokelat, bagai lampu tanam yang bertugas memberi
cahaya dari cekung tanah sehabis senja

Ini tengah hari berangin, waktu aku bebas berangan, sepanjang
aku betul-betul beringin

Jakarta, 2011
Puisi: Shofa dan Briza dalam Komposisi Tengah Hari
Puisi: Shofa dan Briza dalam Komposisi Tengah Hari
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar