Puisi: Suluk Sungai (Karya Kurnia Effendi)

Suluk Sungai
untuk Abdullah Wong

Selalu tak ada cara mengingatmu, sebagaimana
selalu tak ada cara membunuh amarahku

- Sungai sedang membelah sunyi nyanyianku

Mendengar detas seribu gelagah pecah dalam udara bisu
Nyeri itu menetap di ceruk hati. Membuat sarang
dendam yang tak sepenuhnya kumengerti

Angin membuyarkan bunyi lonceng sepanjang
musim. Arus waktu mengirimku ke masa lalu
bagai gerobak yang didorong mundur pada
jalan menurun

- Sungai terus membelah sunyi nyanyianku

Aku tahu kau tidak menunggu di situ
untuk mengumpulkan setiap puing ngilu

2019
Puisi: Suluk Sungai
Puisi: Suluk Sungai
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar