Puisi: Di Bawah Pudar Hari (Karya Rayani Sriwidodo)

Di Bawah Pudar Hari

Di bawah pudar hari
kau bawa juga busur tua itu
memanjat gunung
lintaskan pukau yang susut

lalu dunia belajar pada badai
janji-janji kembang api
impian peradaban yang tak sampai

sekian satelit menyapa bintang-bintang
hanya hingar burung menjauh
ah, kalau saja kau dengarkan angin
menghalau debu
kalau saja kau dengarkan nafas
menghalau cemas
ketika penguburan berlangsung sunyi
di luar bimasakti
betapa terkucil keangkuhan
Karet, 1973

Puisi: Di Bawah Pudar Hari
Puisi: Di Bawah Pudar Hari
Karya: Rayani Sriwidodo

Catatan:
  • Rayani Lubis lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, pada tanggal 6 November 1946.
  • Rayani Lubis meniadakan marga di belakang nama setelah menikah dengan pelukis Sriwidodo pada tahun 1969 dan menambahkan nama suaminya di belakang namanya sehingga menjadi Rayani Sriwidodo.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar