Puisi: Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari (Karya Abrar Yusra)

Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari

Mata pedas tidur. Tak bisa tidur
    Siapa acuh
pada pagi, yang tidak membersihkan udara bau minyak
di jalanan. Aku tak melihat matahari, tapi ada bayang-bayang sendiri
bergerak tak berjejak, di tiap gerak
    berpapasan denganmu, wajah-wajah tak peduli atau kosong, tangan-tangan
berisi atau kosong tergantung
sepanjang kaki lima
tak berkesudahan!

Kita di mana?
    Ke mana?
    Harum asap warung tercium bagi perut yang lapar
Kita takkan tetap di sini

Hari baru terbuka atau tertutup di jembatan. Dan di bawah
sungai jalan raya tak putus-putus, menghanyutkan
apapun! Wajah-wajah segar. Wajah-wajah cantik atau wajah-wajah tak terlukiskan
        melintasi
detik demi detik yang bising
        dan berdebu
    Aku kosong. Tidak tahu semua
ke masa silam atau ke depan

Ya, Tuhan!


Puisi: Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari
Puisi: Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari
Karya: Abrar Yusra

Catatan:
  • Abrar Yusra lahir pada tanggal 28 Maret 1943 di Lawang Matur, Agam, Sumatra Barat.
  • Abrar Yusra meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 2015 di Bogor, Jawa Barat (pada umur 72 tahun).
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar