Puisi Abrar Yusra

Puisi: Lepaskan Burung-Burung (Karya Abrar Yusra)

Lepaskan Burung-Burung         Kata-kata, hangatnya burung hidup di genggaman, lepaskan, lepaskan burung hidup di genggaman tanganmu:         Lepaska…

Puisi: Jakarta (Karya Abrar Yusra)

Jakarta di mana-mana, di rumah di jalan di siang di malam. di mana-mana         Kudengar klenengan dan tiktok beca         Pusingan roda dan derak-de…

Puisi: Siul (Karya Abrar Yusra)

Siul Selamat tinggal? Bahwasanya terungkap sempurnalah segalanya Bagai si-bintang-bintang, si-bintang-bintang lepas... Tiada siksa di antara kita Kel…

Puisi: Kugigit Batu Sungai (Karya Abrar Yusra)

Kugigit Batu Sungai Tidak tentu lagi hari apa. Tapi jelas angin senja berkerosok di tepi hutan sepanjang sungai berkabut         Sungai berbisik-bisi…

Puisi: Hamlet (Karya Abrar Yusra)

Hamlet Dialog dengan Taufiq Ismail         Nasib adalah rahasia asing dan sangat mengerikan di tangan algojo berlumuran darah. Sementara kita mengira…

Puisi: Senandung Tak Bernama (Karya Abrar Yusra)

Senandung Tak Bernama Apatah Dunia bagiku? Mungkin sebuah rumah untuk sebentar waktu. Atau mungkin suatu daerah pengembaraan asing Tak ada rumahku, r…

Puisi: Kereta Api Malam (Karya Abrar Yusra)

Kereta Api Malam         Kereta api menderam-deram menempuh malam terengah-engah menujumu:         Kekasih dalam mantel, di pinggir rel, di subuh har…

Puisi: Sungai yang Lain (Karya Abrar Yusra)

Sungai yang Lain         Kualirkan sungai ini ke malam khayal dalam hujan badai yang menghalau dan membenamkan dunia yang sedang ambrol         Kubuk…

Puisi: Talqin (Karya Abrar Yusra)

Talqin         Makhluk ganjil masa depan itu terkapar sekarat mengerami samar kilau fatamorgana ruang batinku yang hangus di gurun, disesah panas ber…

Puisi: Bola (Karya Abrar Yusra)

Bola Akulah bola kosong bola menggelinding meloncot-loncat dalam bola kaca bening bening lengkung biru Tapi bola apa menggelinding dan meloncat-lonca…

Puisi: Senandung di Kamar Kecil (Karya Abrar Yusra)

Senandung di Kamar Kecil Misalkan aku di ruang tunggu dan berhadapan dengan pintu terkunci. Maka aku sedang mencari sebuah kunci rahasia untuk masuk …

Puisi: Sepanjang Sungai (Karya Abrar Yusra)

Sepanjang Sungai         Di tepi sungai, di dalam sungai, sepanjang sungai aku tidak bicara. Sebab aku sendirian sepanjang siang sepanjang malam     …

Puisi: Aku Tidak Mengerti (Karya Abrar Yusra)

Aku Tidak Mengerti         Aku mengerti merek-merek toko, merek-merek perkebunan dan industri walaupun tak bisa mem- baca aksara Cina dan India      …
© Sepenuhnya. All rights reserved.