Puisi: Senandung Tak Bernama (Karya Abrar Yusra) Senandung Tak Bernama Apatah Dunia bagiku? Mungkin sebuah rumah untuk sebentar waktu. Atau mungkin suatu daerah pengembaraan asing Tak ada rumahku, r…
Puisi: Kereta Api Malam (Karya Abrar Yusra) Kereta Api Malam Kereta api menderam-deram menempuh malam terengah-engah menujumu: Kekasih dalam mantel, di pinggir rel, di subuh har…
Puisi: Sungai yang Lain (Karya Abrar Yusra) Sungai yang Lain Kualirkan sungai ini ke malam khayal dalam hujan badai yang menghalau dan membenamkan dunia yang sedang ambrol Kubuk…
Puisi: Talqin (Karya Abrar Yusra) Talqin Makhluk ganjil masa depan itu terkapar sekarat mengerami samar kilau fatamorgana ruang batinku yang hangus di gurun, disesah panas ber…
Puisi: Bola (Karya Abrar Yusra) Bola Akulah bola kosong bola menggelinding meloncot-loncat dalam bola kaca bening bening lengkung biru Tapi bola apa menggelinding dan meloncat-lonca…
Puisi: Senandung di Kamar Kecil (Karya Abrar Yusra) Senandung di Kamar Kecil Misalkan aku di ruang tunggu dan berhadapan dengan pintu terkunci. Maka aku sedang mencari sebuah kunci rahasia untuk masuk …
Puisi: Sepanjang Sungai (Karya Abrar Yusra) Sepanjang Sungai Di tepi sungai, di dalam sungai, sepanjang sungai aku tidak bicara. Sebab aku sendirian sepanjang siang sepanjang malam …
Puisi: Aku Tidak Mengerti (Karya Abrar Yusra) Aku Tidak Mengerti Aku mengerti merek-merek toko, merek-merek perkebunan dan industri walaupun tak bisa mem- baca aksara Cina dan India …
Puisi: Terbang dalam Gelap (Karya Abrar Yusra) Terbang dalam Gelap Selain tiket pesawat aku tak punya kepastian apa-apa Selain merk pesawat aku tak tahu apa-apa Terbang malam Hidupku di tangan tak…
Puisi: Tamu Malam di Warung (Karya Abrar Yusra) Tamu Malam di Warung Sesudah ngobrol pendek sekedar minta tempat di larut malam, di pinggir jalan, di warung, yak kita pun tak keberatan ia menggolek…
Puisi: Gabai (Karya Abrar Yusra) Gabai Gabai dahan ke matahari gabai terbang burung terkurung ufuk gabai pendek tangan alam Gabai pekik Saijah gabai rindu dan sakit menyeru Adinda da…
Puisi: Nina Bobok (Karya Abrar Yusra) Nina Bobok Boboklah, sayang di tengah ledakan-ledakan petasan di kamar. Boboklah sayang di tengah letusan letusan pertempuran memenuhi masa kecilmu s…
Puisi: Aku pun Orang yang Datang Kemudian (Karya Abrar Yusra) Aku pun Orang yang Datang Kemudian Kepada Razmaily Rais, ketika kau kecil Tiada kukenal seluruh Segala-gala ini, yang terpampang sunyi: Biru, awan, g…