Air Kental
(Al-'Alaq)
Bacalah atas nama Tuhanmu Mahapenitah
Menitahkan manusia dari air tumpah
Bacalah dan agungkan nama-Nya
Yang dengan pena mengajarkanmu
Mengajar manusia apa yang tak tahu
Sebenarnyalah manusia itu pemurka
Kala merasa dirinya telah berharga
Ingat sebenarnya mereka akan kembali pada Tuhannya
Betapa jika kaulihat seseorang pencela
Seorang sedang berpuja
Betapa jika ia tergolong pembela
Atau yang selalu anjurkan takwa
Betapa jika kautahu ia sebenarnya pendusta
Tidakkah ia tahu Tuhan selalu melihatnya
Ingat jika tak juga sudah akan Kutetak ubunnya
Ubun sipendusta dan sipelagak
Dan tampillah siapa mau menentangnya
Niscaya Kuhadapkan pencoleng-pencoleng neraka
Ingat jangan sekali mengekor mereka
- Tapi sujudlah dan mendekat ke sisi-Ku
Sumber: Kabar dari Langit (1986)
Puisi: Air Kental
Karya: Djamil Suherman
Biodata Djamil Suherman:
- Djamil Suherman lahir di Surabaya, pada tanggal 24 April 1924.
- Djamil Suherman meninggal dunia di Bandung, pada tanggal 30 November 1985 (pada usia 61 tahun).
- Djamil Suherman adalah salah satu sastrawan angkatan 1966-1970-an.
