Puisi Djamil Suherman

Puisi: Titik Bintik (Karya Djamil Suherman)

Titik Bintik Demi air yang menitik bintik debu yang meramu jadikanlah arungan samudera jauh bertasik hamparan tanah indah bermadu Demi perilaku penuh…

Puisi: Hari-Hari Penanggungan (Karya Djamil Suherman)

Hari-Hari Penanggungan Bayang-bayang yang berpaut cahaya senja Tiarap atas bumi dan meratap Matahari sebentar kehilangan merahnya Sekiranya bumi ini …

Puisi: Gone (Karya Djamil Suherman)

Gone (Kepada adikku, Tien) Melati kecil sekuntum mungil kusanjung kupuja-puja kukenang kusentuh sayang tapi apa k'mudian? belum kering bibir diki…

Puisi: Seruan (Karya Djamil Suherman)

Seruan Ditingkap perjuangan kini jangan seorang membuat janji tentang masa depan yang kabur - tertancapkan bendera di timur saat fajar tersingkap kul…

Puisi: Sepi (Karya Djamil Suherman)

Sepi Sepi Sepi di bulan Sepi di ranjang Mata menatap sepi Hati mendekap sunyi Antara kejauhan dan penghargaan Apa hendak diucapkan Ah bulan saksi Seb…

Puisi: Gerimis Malam (Karya Djamil Suherman)

Gerimis Malam Gerimis malam Jangan singgung simpul hati kerna kemuraman langitmu Yang sibak oleh kekuyuan tangis di seberang sana Meratap sendu menga…

Puisi: Palembang (Karya Djamil Suherman)

Palembang Kulihat kesunyian di pusat kota, manis ketika halimun pagi menuruni pelabuhan kecil laut diam dalam pesona mata lelap membayang harapan-har…

Puisi: Kejora Malam (Karya Djamil Suherman)

Kejora Malam (Ath-Thariq) Demi langit dan kejora malam tahukah kau apa kejora malam ialah sebuah bintang paling cemerlang kalaupun tiap yang bernafas…

Puisi: Rembang Pagi (Karya Djamil Suherman)

Rembang Pagi (Adh-Dhuha) Demi rembang pagi dan demi malam sedang sunyi tidak sekali Tuhan meninggalkanmu tidak pula membencimu sebenarnyalah akhirat …

Puisi: Yuliaku (Karya Djamil Suherman)

Yuliaku Tiap petang tiap malam padamulah selalu Yulia, keras hati ingin sampaikan salam dan lagu Bila mendung datang kelam sunyi berkabut Mengenang h…

Puisi: Persahabatan (Karya Djamil Suherman)

Persahabatan (bagi moesy dan soge') Kita hakikatnya dilahirkan satu nama penderitaan dan kesetiaan tarikan tali nasib menyeretku mengenal takdir …

Puisi: Malam Natal (Karya Djamil Suherman)

Malam Natal Tuhan, berilah saksi atas cedera yang menapuk wajahnya berilah saksi atas keangkatannya ke kerajaan langit almasih penggembala putih lemp…

Puisi: Matahari (Karya Djamil Suherman)

Matahari (Asy-Syams) Demi matahari dan rembangnya demi bulan yang menggiringnya demi siang kala lingsirnya demi malam yang menutupnya demi langit dan…

Puisi: Huru-hara (Karya Djamil Suherman)

Huru-hara (Al-Ghasyiyah) Sampaikah padamu kabar huru-hara di hari itu banyak wajah berduka segala usaha jadi bersia terjerumus mereka di api nyala me…

Puisi: Sunyi (Karya Djamil Suherman)

Sunyi Yang sunyi bersendiri Yang pergi tak kembali Tapi sunyi dan pergi lahir atas cinta Yang kisahnya terkubur hari ini Mereka lupa mulanya Ada kege…

Puisi: Cahaya (Karya Djamil Suherman)

Cahaya (An-Nur, 35) Allah mencahayai langit dan bumi semisal sebuah kandil tergantung seutas tali kandil berkaca cerlang bagai binatang sejuta bernya…
© Sepenuhnya. All rights reserved.