Puisi Djamil Suherman

Puisi: Malam Kehilangan (Karya Djamil Suherman)

Malam Kehilangan Senja ini dilukai dua manusia Dalam kemerahan warna darah Pada ombak gila ketawa Jerit satu di antaranya Hilang dalam arus yang data…

Puisi: Yang Maharahman (Karya Djamil Suherman)

Yang Maharahman (Ar-Rahman, 1-23) Yang maharahman telah mengajarkan Qur'an menitahkan insan menjelaskan perkataan beredar matahari bulan dengan a…

Puisi: Lagu Tanah Air (Karya Djamil Suherman)

Lagu Tanah Air (1) Kami yang lahir di sini lahirlah penyair dengan cinta dan harapannya oleh air matari dan angin gunung Kami yang besar di sini data…

Puisi: Titik Bintik (Karya Djamil Suherman)

Titik Bintik Demi air yang menitik bintik debu yang meramu jadikanlah arungan samudera jauh bertasik hamparan tanah indah bermadu Demi perilaku penuh…

Puisi: Hari-Hari Penanggungan (Karya Djamil Suherman)

Hari-Hari Penanggungan Bayang-bayang yang berpaut cahaya senja Tiarap atas bumi dan meratap Matahari sebentar kehilangan merahnya Sekiranya bumi ini …

Puisi: Gone (Karya Djamil Suherman)

Gone (Kepada adikku, Tien) Melati kecil sekuntum mungil kusanjung kupuja-puja kukenang kusentuh sayang tapi apa k'mudian? belum kering bibir diki…

Puisi: Seruan (Karya Djamil Suherman)

Seruan Ditingkap perjuangan kini jangan seorang membuat janji tentang masa depan yang kabur - tertancapkan bendera di timur saat fajar tersingkap kul…

Puisi: Sepi (Karya Djamil Suherman)

Sepi Sepi Sepi di bulan Sepi di ranjang Mata menatap sepi Hati mendekap sunyi Antara kejauhan dan penghargaan Apa hendak diucapkan Ah bulan saksi Seb…

Puisi: Gerimis Malam (Karya Djamil Suherman)

Gerimis Malam Gerimis malam Jangan singgung simpul hati kerna kemuraman langitmu Yang sibak oleh kekuyuan tangis di seberang sana Meratap sendu menga…

Puisi: Palembang (Karya Djamil Suherman)

Palembang Kulihat kesunyian di pusat kota, manis ketika halimun pagi menuruni pelabuhan kecil laut diam dalam pesona mata lelap membayang harapan-har…

Puisi: Kejora Malam (Karya Djamil Suherman)

Kejora Malam (Ath-Thariq) Demi langit dan kejora malam tahukah kau apa kejora malam ialah sebuah bintang paling cemerlang kalaupun tiap yang bernafas…

Puisi: Rembang Pagi (Karya Djamil Suherman)

Rembang Pagi (Adh-Dhuha) Demi rembang pagi dan demi malam sedang sunyi tidak sekali Tuhan meninggalkanmu tidak pula membencimu sebenarnyalah akhirat …

Puisi: Yuliaku (Karya Djamil Suherman)

Yuliaku Tiap petang tiap malam padamulah selalu Yulia, keras hati ingin sampaikan salam dan lagu Bila mendung datang kelam sunyi berkabut Mengenang h…

Puisi: Persahabatan (Karya Djamil Suherman)

Persahabatan (bagi moesy dan soge') Kita hakikatnya dilahirkan satu nama penderitaan dan kesetiaan tarikan tali nasib menyeretku mengenal takdir …

Puisi: Malam Natal (Karya Djamil Suherman)

Malam Natal Tuhan, berilah saksi atas cedera yang menapuk wajahnya berilah saksi atas keangkatannya ke kerajaan langit almasih penggembala putih lemp…
© Sepenuhnya. All rights reserved.