Puisi: Hangus (Karya Ajamuddin Tifani)

Hangus

ke mana lagi perginya burung penyair baca puisi?
alahai, mereka berbondong menuju titik didih matahari
ia panjati udara dengan mata yang tertutup oleh kesadaran
dan sayap terbakar oleh kerinduan

alahai, berapa kepakan sayap lagi kita tiba ke inti cahaya
dan kita semua menjadi buta, dan kita mendebu setelah hangus terbakar
dan debu kita menjadi bagian dari keindahan cahayanya
memancar, memperindah taman dan bunga-bunga
serentak menebar wangiannya

kau dan aku berpijaran dalam satu api, menggelinjangkan nyalanya
alahai, bagai rama-rama di lilinmu aku ikut meleleh
menemu waktu setelah tunai kepedihan terakhir
memberikan nuansa pada lidah nyala apimu
lalu, pelan kauselimuti gelisah kami
dengan hangat terangmu yang asasi

kami mahasatukan satumu
di luar dan di dalam kemakhlukan kami
yang senantiasa mengidamkan debu
dalam kehangatan di apimu


Puisi: Hangus
Puisi: Hangus
Karya: Ajamuddin Tifani

CATATAN:
  • Ajamuddin Tifani lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tanggal 23 September 1951.
  • Ajamuddin Tifani meninggal dunia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tanggal 6 Mei 2002.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar