Puisi: Huru-hara (Karya Djamil Suherman)

Huru-hara
(Al-Ghasyiyah)

Sampaikah padamu kabar huru-hara
di hari itu banyak wajah berduka
segala usaha jadi bersia
terjerumus mereka di api nyala
meminum sumber api membara
tiada makanan selain kayuan berduri
tak mengenyangkan lapar dan dahaga
di hari itu pula banyak wajah bersuka
karena berhasilnya segala usaha
tinggal mereka di sorga bertahtah
tak terdengar di sana omongan dusta
mengalir di bawah sungai berwarna
ranjang-ranjang tersusun dengan rapinya
berdentang gelas-gelas di atas meja
melela bantal-bantal dan gulingnya
dan permadani terhampar di kelilingnya
tidakkah mereka lihat betapa unta diciptakan
betapa langit ditegakkan
betapa gunung-gunung ditancapkan
dan betapa bumi dibentangkan
karenanya peringatkan! o, kau sijuru pengingat
sekali-kali bukan kau pengikat
siapapun berpaling dan ingkar
allah menyiksanya dengan azab besar
sesungguhnya kepada Kami mereka kembali
dan kami akan memperhitungkan sekali


Puisi: Huru-hara
Puisi: Huru-hara
Karya: Djamil Suherman

CATATAN:
  • Djamil Suherman lahir di Surabaya, pada tanggal 24 April 1924.
  • Djamil Suherman meninggal dunia di Bandung, pada tanggal 30 November 1985 (pada usia 61 tahun).
  • Djamil Suherman adalah salah satu sastrawan angkatan 1966-1970-an.
Baca juga: Puisi Guru
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar