Puisi: Dingin Juli Desa Kedu (Karya Badruddin Emce)

Puisi: Dingin Juli Desa Kedu Karya: Badruddin Emce
Dingin Juli Desa Kedu

Adakah kerikil halaman tetangga mertua
selalu dicucikeringkan? batang langsat kelengkeng tua,
membuat segala pantas diterima.

Kebodohan pesisirkah ini?
Baru sekarang mencoba tahu
Bagaimana powotan bambu membesarkan si cemani lugu!

Umpama-umpama. Di amben dapur kakek butuh hangat kretek.
Juli tambah dingin, cerita yang sesungguhnya nimbrung
ke tengah obrolan merencana sunatan
anak pertama.

Sejumlah lelaki. Juga suami mbakyu istriku, ngrajang tembakau
sambil nembang.

Beberapa sruput kopi, apa yang tak terpikir hingga Subuh
tiba-tiba bedug?

Begitu. Usai panen padi seyogyanya memang tidak nanam
sangkaan –
Awan disusun atas perintah para pengendali harga!
Cukup kiranya, bersama cahaya, hujan tiba-tiba itu
juga titisan sang Ada.

Segala daya baiknya menjadi asap balon kertas hari raya
warna-warni.

Progo
akan sambut luap puluhan anak sungai menjadi kenyataan!

Kroya, 1997/2001

Sumber: Diksi Para Pendendam (2012)

Badruddin Emce
Puisi: Dingin Juli Desa Kedu
Karya: Badruddin Emce

Biodata Badruddin Emce:
  • Badruddin Emce lahir di Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada tanggal 5 Juli 1962.
© Sepenuhnya. All rights reserved.