Puisi: Gurun Pasir Pemancingan (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Puisi: Gurun Pasir Pemancingan Karya: Ragil Suwarna Pragolapati
Gurun Pasir Pemancingan


Sang Penyair terkejut. “Aneh! Ini tanah Jawa
Di sini kok ada gurun pasir, bagaikan di Sahara
Betapa cocok untuk latihan, sebelum naik haji
Menjelang ke Saudi Arabia mampirlah Parangkusuma
Sayang, tanpa unta. Juga tidak punya kurma-kurma.”
Sang Yogawan tersenyum. “Wahai, penyair tersayang
Engkau kurang pergaulan. Anda kurang pengalaman
Gurun pasir di Pemancingan sudah sejak dahulu ada
Selama abad demi abad. Berapakah usiamu sekarang?
Oho, tigapuluh tahun. Padahal seharusnya sudah kenal
Dan berulang mengunjunginya belasan tahun silam.”
Sang Yogawan tertawa. Sang Penyair hanya nyengir
Andaikata seniman itu tidak diajaknya Lelana Brata
Mustahil pernah kenal: Gurun Sahara di Tanah Jawa
“Penyair! Betapa banyak orang serupa dengan dikau
Jutaan orang modern pada lingkungan pun emoh tahu
Sibuk dengan diri sendiri. Buta tuli sekeliling
Maka ketika melihat alam ajaib, dikau kaget. Aneh!
Tapi ngotot, enggan mengaku jadi kodok bawah batok.”

Sang Yogawan berdiri tegak. “Lihat ayat-ayat Allah!
Di sini, segalanya nampak elok. Ajaib lagi dahsyat
Tuhan adalah Maha Seniman, Sang Pelukis Yang Akbar
Inilah gurun! Bentangan karya-Nya agung bikin kagum
Inilah gurun! Hamparan ilmu-Nya luhur seluruh penjuru.”
Sang Penyair hanya menunduk. Muncul keinsyafan merasuk
“Aku terlambat tahu,” bisiknya. “Di luar ada gurun elok
Terlalu dini aku terpukau, dalam diriku ada gurun luas
Lebih kering dan tandus, bagaikan Kalahari yang ganas
Kini aku tahu, bentangan alam luar, Sang Makro Kosmos
Selalu punya pasangannya di dalam, Sang Mikro Kosmos.”
Penyair pun berjalan bersama Yogawan, gandengan tangan
Menyesal, demikian lamanya Sastra dan Yoga dulu pisah
Kecewa, seni-sastra-budaya membuatnya terpencil dahulu
Terlambat tahu, Yoga adalah induk semua seni atau ilmu


Glinggang, 1986 - Grogol, 1988

Sumber: Salam Penyair (2002)

Ragil Suwarna Pragolapati
Puisi: Gurun Pasir Pemancingan
Karya: Ragil Suwarna Pragolapati

Biodata Ragil Suwarna Pragolapati:
  • Ragil Suwarna Pragolapati lahir di Pati, pada tanggal 22 Januari 1948.
  • Ragil Suwarna Pragolapati dinyatakan menghilang di Parangtritis, Yogyakarta, pada tanggal 15 Oktober 1990.
  • Ragil Suwarna Pragolapati menghilang saat pergi bersemadi ke Gunung Semar. Dalam perjalanan pulang dari kaki Gunung Semar menuju Gua Langse (beliau berjalan di belakang murid-muridnya) tiba-tiba menghilang. Awalnya murid-muridnya menganggap hal tersebut sebagai kejadian biasa karena orang sakti lumrah bisa menghilang. Namun, setelah tiga hari tiga malam tidak kunjung pulang dan dicari ke mana-mana tidak diketemukan. Tidak jelas keberadaannya sampai sekarang, apakah beliau masih hidup atau sudah meninggal.
© Sepenuhnya. All rights reserved.