Puisi: Orang Berkaca Mata (Karya Moh. Wan Anwar)

Puisi: Orang Berkaca Mata Karya: Moh. Wan Anwar
Orang Berkaca Mata


orang berkaca mata itu memandangi
patahan kubah dan puing istana
dalam peta lusuh tulisan tangan
ia tersenyum, disenyuminya nelayan
dengan perahu yang hilang amis
berkata: “segala nikmat adalah keringat
dan berkah gerak lengan”

ketika banjir datang — orang-orang
panik — ia berada di menara, katanya
terikat untuk rakyat. Debam tanggul hancur
serak orang seperti sorak
tak terdengar olehnya
ia tersenyum, mengira
dermaga sibuk dengan lelangan
dalam peta lusuh tulisan tangan
seluruhnya tinggal kenangan
"hei, kau yang terikat di menara
berhentilah menjaring kata di angkasa!"
dan ketika orang berkaca mata itu kuyup
ditelan bah, baru tahu bahwa perahu
lebih berharga dari seribu rindu

kini ia, para nelayan, dan orang-orang
sibuk menjaring kata
mengusir malapetaka

2001

Sumber: Sebelum Senja Selesai (2002)

Puisi: Orang Berkaca Mata
Puisi: Orang Berkaca Mata
Karya: Moh. Wan Anwar

Biodata Moh. Wan Anwar:
  • Moh. Wan Anwar lahir pada tanggal 13 Maret 1970 di Cianjur, Jawa Barat.
  • Moh. Wan Anwar meninggal dunia pada tanggal 23 November 2009 (pada usia 39 tahun) di Serang, Banten.
© Sepenuhnya. All rights reserved.