Puisi: Serenade (Karya Wayan Jengki Sunarta) Serenade (Gerimis Kupu-Kupu) kaukah itu yang melambai di ujung jalan saat gerimis belum sempurna jadi kupukupu yang akan memahkotaimu de…
Puisi: Sketsa Rindu Untukmu (Karya Nanang Suryadi) Sketsa Rindu Untukmu 1. dalam mimpimu, kubisikkan dongeng negeri bunga, warna dan cahaya. seperti kupungut sepercik, dari tatapmu, ke…
Puisi: Pijar Suara di Ujung Lorong Dusun Kelahiran (Karya A. Rahim Eltara) Pijar Suara di Ujung Lorong Dusun Kelahiran Pijar suara di ujung lorong dusun kelahiran Kelelawar terbang lancip memotong bias cahaya Getar u…
Puisi: Bulan dalam Tempayan (Karya A. Rahim Eltara) Bulan dalam Tempayan Kemilau kelopak cahaya berpendar dalam riak sejuk mendayu dalam bening jaring sarang laba-laba langit yang pijar mekar c…
Puisi: Dan Soekarno Pun Menangis (Karya Budhi Setyawan) Dan Soekarno Pun Menangis Berjalan sendirian menempuh takdir di antara rumput liar angin ribut gemuruh gelombang tersaruk lecet berdarah menganga ker…
Puisi: Malam Sehabis Hujan (Karya Budhi Setyawan) Malam Sehabis Hujan Jari malam menancapkan kukunya di kegelapan langkah angin terhenti tersandung kebekuan dan rembulan terpaku lesu tertidur di atas…
Puisi: Atas Nama Cinta (Karya Budhi Setyawan) Atas Nama Cinta Dengan membisikkan kata-kata cinta seorang laki-laki memeluk wanita kekasihnya menerbangkannya ke awan yang bergulung-gulung di langi…
Puisi: Senandung Si Bisu (Karya Budhi Setyawan) Senandung Si Bisu Dengan menyandang sebuah gitar ukulele seorang bocah menyanyikan lagu entah lagu lama atau lagu baru karena sang penyanyinya seoran…
Puisi: Ayat-Ayat Manusia (Karya Ariffin Noor Hasby) Ayat-Ayat Manusia mencari ayat-ayat manusia yang dulu kita baca dengan gelisah di kitab kuning peradaban kutemukan wajahmu terselip di antara jendela…
Puisi: Sungai dalam Diri (Karya Ariffin Noor Hasby) Sungai dalam Diri aku melihat sungai-sungai dalam diriku berkilauan mengikuti irama perahu matahari berzikir dalam arusnya memberi cahaya pada ruang …
Puisi: Aku Ingat (Karya Abdul Wachid B. S.) Aku Ingat Aku ingat kecupan pertama Di luar hujan mendera Di jantung magma siap memompa Rambut ia bagai selubung malam kejora Burung j…
Puisi: Kita Masih Menunggu (Karya Ariffin Noor Hasby) Kita Masih Menunggu lihatlah, batu-batu telah dilipat oleh waktu tapi mengapa kita masih menunggu jejak mengembalikan langkah dari seluruh kisah yang…