Puisi: Tukang Cukur (Karya Mardi Luhung) Tukang Cukur Pilihkan kepala yang tengkorak-atasnya bisa dikupas, pikirannya bisa diremas, sebab di lanskap-belakang, penggerutu berbaris sambil mend…
Puisi: Syair Pohon yang Terbakar (Karya Mardi Luhung) Syair Pohon yang Terbakar Pohon yang terbakar mengingatkan aku pada gedung-gaib yang juga terbakar di tempat bukan ini warnanya-api, api-aneh seperti…
Puisi: Onggok (Karya Mardi Luhung) Onggok "Seperti priyayi, bayar aku dengan kopi dan beras, lalu aku dan kau bisa saling tukar-tubuh," "Kau pasti bukan Jawa, bukan Madu…
Puisi: Wanita yang Kencing di Semak (Karya Mardi Luhung) Wanita yang Kencing di Semak Wanita yang kencing di semak takut apa, jengah apa? kerumitan-rahasianya terbuka pada rumput, batu dan tanah bayangan pu…
Puisi: Suatu Sabtu Udara Sepucat Lampu (Karya Moh. Wan Anwar) Suatu Sabtu Udara Sepucat Lampu di rangkasbitung, suatu sabtu udara sepucat lampu laron-laron menggigil sebelum gerimis turun dari dukamu — dulu di s…
Puisi: Dalam Rimba Bayang-Bayang (Karya Mochtar Pabottingi) Dalam Rimba Bayang-Bayang Aku adalah hologram Yang dikutuk sejuta nyata Akulah bayang-bayang yang terus menjerit Dalam siklus padam-kerlip Dalam sit…
Puisi: Dalam Deru Waktu (Karya Moh. Wan Anwar) Dalam Deru Waktu dalam deru waktu, dulu, air di ladangmu membasuh luka usia. Bulir-bulir padi musim panen sayur mayur, juga hatimu, merunduk ke henin…
Puisi: Sajak tentang Burung (Karya Moh. Wan Anwar) Sajak tentang Burung setelah pemilik rumah itu mati burung-burung lepas dari sarangnya. kau pun terbang siang malam bersama mereka mengitari bumi, ju…
Puisi: Orang Berkaca Mata (Karya Moh. Wan Anwar) Orang Berkaca Mata orang berkaca mata itu memandangi patahan kubah dan puing istana dalam peta lusuh tulisan tangan ia tersenyum, disenyuminya nelaya…
Puisi: Kota Air (Karya Zen Hae) Kota Air kematian hanyalah kunci pembuka sebuah kota : orang bersisik cahaya, rumah siput, pepucuk ganggang yang menyala. menyan…
Puisi: Ketika Musim Berubah (Karya Diah Hadaning) Ketika Musim Berubah Berwindu kukenal wajah berwindu kukenal nama berwindu kukenal tanah berwindu kukena…
Puisi: Serdadu (Karya Joko Pinurbo) Serdadu Ketika kau tidur, ada seorang serdadu duduk-duduk di atas tubuhmu, merokok, main gitar, dan dengan suara sumbang menyanyikan lagu se…