Puisi: Elegi Kota (Karya Wayan Jengki Sunarta) Elegi Kota kota tua yang melumuri wajahku dengan sejarah dan juga darah ungsikan letihmu selalu saja ada yang ranggas dari harapan jel…
Puisi: Johor (Karya Slamet Sukirnanto) Johor Kupanggil saja Datin. Kerudung kuning Dikibas angin. Dibentang sepanjang selat Puan. Perahu tua ini Beringsut dan berkeringat D…
Puisi: Panggil Aku Murat (Karya Slamet Sukirnanto) Panggil Aku Murat Panggil aku Murat Aku berada di Johor Aku berada di Kupang Aku berada di Mahakam Aku berada di Kotaraja Aku berada di…
Puisi: Pesan Uang (Karya Joko Pinurbo) Pesan Uang Ketika aku akan merantau buat cari penghidupan, uang berpesan: "Hiduplah hemat, jangan royal,…
Puisi: Pacaran (Karya Andy Sri Wahyudi) Pacaran (: Inyong) Kau tanyakan padaku Saat di langit ada bulan dan bintang Bersandingan: mereka sedang ngubrulin apa ya? 2001 Sumbe…
Puisi: Sajak tentang Cara Menurunkan Presiden (Karya Hadi Utomo) Sajak tentang Cara Menurunkan Presiden Ternyata banyak cara untuk menurunkan seorang presiden dari cara yang paling keras sampai yang paling lembut d…
Puisi: Antar Aku ke Kamar Mandi (Karya Joko Pinurbo) Antar Aku ke Kamar Mandi Tengah malam ia tiba-tiba terjaga, kemudian membangunkan Seseorang yang sedang mendengkur di sampingnya. Antar ak…
Puisi: Sungai Semesta (Karya Ngurah Parsua) Sungai Semesta sungai sunyi airnya sepi di batang pohon hening pembasuh luka dan duka debu derita haus dahaga dipuaskan kata lapar dilupa perburuan t…
Puisi: Obituari Bambang (Karya Joko Pinurbo) Obituari Bambang Bambang adalah teman yang periang dan cerdas. Ia pandai menghibur kita hanya dengan kesederh…
Puisi: Malam Ini (Karya Slamet Sukirnanto) Malam Ini Malam ini Ada yang mengembara Mencari wajahmu Di tengah jamuan girang Di lebat hutan kota Gerumbul semak beton Batang-batan…
Puisi: Kamar Bedah (Karya Slamet Sukirnanto) Kamar Bedah Telah terbentang ranjang Pisau tajam dan kecerdasan Pasienmu sekarat atau lelap Bius merangsang. Bungkam Sosok tak dikenal …
Puisi: Seperti Sebuah Negeri (Karya Goenawan Mohamad) Seperti Sebuah Negeri Kau dengar sendiri seseorang berkata: "Di antara kita, ada yang seperti sebuah negeri yang ingin kita lepaskan tapi tak ku…
Puisi: Penagih Utang (Karya Joko Pinurbo) Penagih Utang Penagih utang itu datang tengah malam. Ia duduk dengan sopan, kedua tangan ditangkupkan, baju…
Puisi: Loket-Loket Kosong (Karya Moh. Wan Anwar) Loket-Loket Kosong seperti tadi di kantor itu loket-loket di stasiun ini kosong cuma ada komputer, gundukan karcis daftar harga dan pluit mengiang da…