Tunggu
ahooi ... ahooi ...
bergema kembali
keras melengking
tapi dia terus lari
meski terpaksa masuk prisma (?)
namun sesudah terpatah
masih juga terus. Hanya
meninggalkan ∠ deviasi
ahooi ...
Sumber: Panca Raya (Juli, 1947),
Lembar-Lembar Sajak Lama (1984)
Karya: P. Sengodjo
Biodata P. Sengodjo:
- P. Sengodjo (nama sebenarnya adalah Suripman) lahir di Desa Gatak, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada tanggal 25 November 1926.
- Dalam dunia sastra, Suripman suka menggunakan nama samaran. Kalau menulis puisi atau sajak, ia menggunakan nama kakeknya, yaitu Prawiro Sengodjo (kemudian disingkat menjadi P. Sengodjo). Kalau menulis esai atau prosa, ia menggunakan nama aslinya, yaitu Suripman. Kalau menulis cerpen, ia juga sering menggunakan nama aslinya Suripman, tapi kadang-kadang menggunakan nama samaran Sengkuni (nama tokoh pewayangan).
