Puisi: tt. M (Karya P. Sengodjo) tt. M Bunyi jam besar mengejutkan mimpi dari sadar Apalagi tentang beduk dan tabuh di pagi senja Kita umpamakan perang ini selesai sudah Dan kami men…
Puisi: tt. SM (Karya P. Sengodjo) tt. SM Mari, Zus, kita lembur kerja hari ini Waktupun hanya dalam pengiraan terasanya Atau kau inginkan nyanyian asing yang kau tak tahu maknanya Kar…
Puisi: Siang di MA (Karya P. Sengodjo) Siang di MA Atur garis potong ini — transversal namanya, kau tahu!? dan lekas beri nama! titik berbau sedap malam lalat sopan di bidang datar nyanyi …
Puisi: Menetapkan Gerak (Karya P. Sengodjo) Menetapkan Gerak Sebagai air di tengah tebing laju mengalir dan radio terus berbunyi tak pandang arti dan wayang digerakkan oleh tangan dalang dan ke…
Puisi: Sebuah Lagu (Karya P. Sengodjo) Sebuah Lagu lagu itu lagi!? lagu itu lagi! ah, mengapa lagu itu lagi?! tak kuat aku, tak kuat aku pergi, pergi! - lagu itu lagi - hm, hanya lagu pad…
Puisi: Sajak-Sajak dalam Gelap (Karya P. Sengodjo) Sajak-Sajak dalam Gelap Ketentuan Dan lihatlah, gaya kandung yang kecil tumbuh berurai dan saling beramai dengan percobaan yang tidak berhasil dalam …
Puisi: Antipoda (Karya P. Sengodjo) Antipoda Senyar terantuk keras-bergulung menghadang di jalan lengang sepi dalam hati: Badan berbentuk bulat-bulat menantang mata, mulut mudah bergera…
Puisi: Keperluan (Karya P. Sengodjo) Keperluan Pelatuk yang rindukan rumah (pertama bersuara – menerotok Mundu kering) Terbang dari arah persembunyiannya (pohon langsat rimbun) Tertimbun…
Puisi: Sikap (Karya P. Sengodjo) Sikap Lihat sikapku kepadamu anjing hitam berekor panjang mengaum di tengah malam purnama terang-tenang merenggut-renggut rantai pengikat gemerincing…
Puisi: Kenangan kepada STKN (Karya P. Sengodjo) Kenangan kepada STKN Bambang Tutuka dilebur masuk dalam kawah Candradimuka bergolak bercampur segala warna merah, biru, ungu biru, biru, biru ah, Amo…
Puisi: Polemik (Karya P. Sengodjo) Polemik Wah, matahari terbit lagi dan aku menyangsikan bulan yang kembali ke ribaan malam Kelima bintang dari rasi gubug penceng mengarahkan pandanga…
Puisi: Terasing (Karya P. Sengodjo) Terasing Selagi di sini mendamba mesra kuparap protes keras di bawah duli yang maha satu hanya aku. mengapa begitu sejak bermula dijumlah dengan dica…