Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Dimanakah Musim Tak Berhenti (Karya Faisal Baraas)

|
Dimanakah Musim Tak Berhenti

dimanakah musim tak berhenti
sekedar bercerita riwayat-riwayat masa datang
udara yang termangu, makin padat pusat hatiku
bagai bianglala sehabis hujan kecil-kecil
bagai angsa putih di kolam rimbun pepohonan

kalender pun telah menolong kita
bahwa harapan tak pernah akan melambaikan tangannya
untuk mengucap selamat tinggal
dan kita tinggal sendiri
dalam sunyi
tapi sunyi pun penuh misteri

1968

Sumber: Horison (Agustus, 1970)

Puisi: Dimanakah Musim Tak Berhenti
Puisi: Dimanakah Musim Tak Berhenti
Karya: Faisal Baraas

Biodata Faisal Baraas
  • Faisal Baraas lahir di desa Loloan Barat, Negara, Jembrana, Bali, pada tanggal 16 Agustus 1947.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.