Mereka Bawa Getah Nangka dan Senjata
hunjamkan ke hulu hati parewa lembing tajam
ketika kemarau meretak ekor kerbau, cabutlah!
di pintu rumah gedang bunda silangkan
kapur sirih tigakali
air mata duka tetes satu-satu
bunda kenangkan kepergian anak laki-laki buah rimbang
tengadah ke langit dan gerutu:
"mereka bawa getah nangka dan senjata."