Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Gunjing (Karya Rusli Marzuki Saria)

Puisi: Gunjing Karya: Rusli Marzuki Saria
Gunjing


Selalu kau bicara hidup bercermin air kulah
Datar jalan ke surau baginya hidup tak mengalah
Sebelum adzan bergema dari menara Mesjid kita
Kita sudah bekerja dan ingin mengenang cipta

Sebelum kita jadi tua untuk bertaubat, kenanglah
Perpisahan yang pernah dimengerti, buanglah
Jabat tanganku, sebab tersedu ini tiap kali datangnya
Angin senja reda makin mengirai rambut putihnya

Mengapa kita berjabatan tangan dalam kehidupan ini, manis
Kehidupan yang tak lagi tenggang-menenggang, sinis
Menapak kedukaan di bukit terjal kampung-halaman
Rumah gedang. Mesjid dan surau berjejeran

Limbubu terbangkan debu di sini
Ayuhlah! Kita berangkat dengan dada berat dinihari
Berkelana adalah ikan dan air tak berpisah
Harapan adalah rumah kita yang belum sudah


1963

Sumber: Horison (Oktober, 1969)


Puisi Rusli Marzuki Saria
Puisi: Gunjing
Karya: Rusli Marzuki Saria

Biodata Rusli Marzuki Saria:
  • Rusli Marzuki Saria lahir pada tanggal 26 Februari 1936 di Kamang, Bukittinggi.
© Sepenuhnya. All rights reserved.