Puisi 4 Bait

Puisi: Ada Jalan Setapak (Karya Gunoto Saparie)

Ada Jalan Setapak ada jalan setapak muncul dalam ingatan masa kanak yang lasak bermain di pesawahan di antara rimbun ilalang kulalui lebuh sunyi menu…

Puisi: Peta (Karya Gunoto Saparie)

Peta kubaca peta pada telapak tanganmu nasib mungkin menjadi klise sejak lahir ada garis kekayaan, titik-titik kelabu ada pilihan-pilihan, namun ada …

Puisi: Gadis Peminta-minta (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Gadis Peminta-minta Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka …

Puisi: Bergundah Hati (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Bergundah Hati Di atas tebing duduk seorang kelana Memandang arah ke tengah lautan Dalam hatinya, gundah gulana Teringat kampung dengan ha…

Puisi: Kubakar Cintaku (Karya Emha Ainun Nadjib)

Kubakar Cintaku Kubakar cintaku Dalam hening nafas-Mu Perlahan lagu menyayat Nasibku yang penat Kubakar cintaku Dalam sampai sunyi-Mu Agar lindap, ag…

Puisi: Pantun Hari Jumat (Karya Ajip Rosidi)

Pantun Hari Jumat Pergi ke kobe setiap jumat Dengan kereta dari Umeda; Mencari engkau setiap salat Sampai atahiat tidak b…

Puisi: Larut Malam di Pantai Ancol (Karya Gunoto Saparie)

Larut Malam di Pantai Ancol laut memang tak pernah tidur sedangkan langit selalu basah, bukan? angin berembus dan gerimis pun tertabur malam ini aku …

Puisi: Gerilyawan (Karya Gunoto Saparie)

Gerilyawan dalam kegelapan malam mereka pun tiarap, lalu merangkak mereka bergegas menembus kelam terus maju, "merdeka atau menjadi budak!"…

Puisi: Pagi tanpa Jadwal (Karya Gunoto Saparie)

Pagi tanpa Jadwal udara subuh mendingin benarkah ini hampir pagi? angin berembus pelahan burung-burung pun mulai nyanyi dedaunan berlinangan embun pe…

Puisi: Reuni (Karya Gunoto Saparie)

Reuni puluhan tahun ini kau ke mana menghilang tanpa kabar berita kucari kau di pagelaran dan paseban kuburu kau, barangkali di petilasan yogya terny…
© Sepenuhnya. All rights reserved.