Puisi: Ketika Cangkul Petani Terayun (Karya Gunoto Saparie) Ketika Cangkul Petani Terayun masih terlalu pagi, tuan ketika cangkul petani terayun tubuh legam basah keringat tanah hitam subur juga liat ketika m…
Puisi: Kepada Ibu (Karya Gunoto Saparie) Kepada Ibu keteduhan wajah ibu adalah ketenangan hati keluarga seberkas puisi-puisi rindu tiga belas anakmu mendoa pada malam-malam sepi kami menyuru…
Puisi: Sebuah Sungai di Daerah Pegunungan (Karya Gunoto Saparie) Sebuah Sungai di Daerah Pegunungan Kucari jejak bidadari di batu-batu sungai Kucari seperti dalam dongengmu Nawangwulan yang ayu Namun p…
Puisi: Di Serambi Masjid Agung Demak (Karya Gunoto Saparie) Di Serambi Masjid Agung Demak gerimis berjatuhan di halaman masjid ketika jemaah menyelesaikan salat selamat malam, demak yang basah aku pun mencari …
Puisi: Pelabuhan Merak (Karya Slamet Sukirnanto) Pelabuhan Merak Pelabuhan Merak dalam lekuk landai Kerangka masa lalu terserak berai Ketika peluit penghabisan bertolak Sepi yang mencekam…
Puisi: Kepada Modigliani (Karya Surachman R.M.) Kepada Modigliani National Gallery, Washington D.C. Begitu lama kuhafal: sapuan-sapuan merah jambu dalam garis-garis rawan Masih …
Puisi: Bendera (Karya Taufiq Ismail) Bendera Mereka yang berpakaian hitam Telah berhenti di sebuah rumah Yang mengibarkan bendera duka Dan mas…
Puisi: Percakapan dengan Zaini (Karya Taufiq Ismail) Percakapan dengan Zaini Rendra di muka kaca Syahwil sedang meriasnya Penyanyi berbagai serenada dalam warna Sedang menatap diri sendiri …
Puisi: Bilakah Kau Akan Melintas di Depanku (Karya Taufiq Ismail) Bilakah Kau Akan Melintas di Depanku Kutunggu-tunggu kau melintas di depanku Begitu benarkah lamanya Sangat ingin aku menegurmu dalam sapa …
Puisi: Kerinduan (Karya Kinanthi Anggraini) Kerinduan Sesak di dalam ulu hati berdegup kencang di rima diri setelah memegang wajahmu yang abstrak sketsa lekuk wajahmu masih terisak …
Puisi: Rumah (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Rumah Kulihat dari cahya bulan di perkarangan Serambiku kelam dan berudara sepi Tidak ada suara, dada pula bayangan Kecuali sahabatku, se…
Puisi: Nanas dari Roraima (Karya Nirwan Dewanto) Nanas dari Roraima Jantung kuning berbaju zirah, berpuluh pedang di atas kepala. Ujung gading bermadu darah, sebuluh tangan terlindas piala. Sisik ji…