Puisi 4 Bait

Puisi: Kroncong Tenggara (Karya Nirwan Dewanto)

Kroncong Tenggara Dawaiku bergetar di atas danau swaraku tergelar sampai ke pulau, syairku terang bersemu hijau, lidahku sebidang kulit limau. Kepak …

Puisi: Tengku Amir Hamzah (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Tengku Amir Hamzah Amir Hamzah , Raja Penyair Pujangga Baru Engkau pengabdi pembela bahasa Indonesia Terjun selalu dalam pergerakan nasional Berbakti…

Puisi: Anugerah (Karya Rani Maharani)

Anugerah Tuhan telah memberikan Kebaikan di semesta alam Diciptakan untuk insan Agar hidup dalam kesejahteraan Air mengalir membasahi Hujan turun men…

Puisi: Tamasya (Karya Trisno Soemardjo)

Tamasya Marilah di sini melepaskan beban yang mengutuk kita di kota Dan jadi anak manusia yang kagum menghadap rasa. Kita membonceng di punggung alam…

Puisi: Gadis Peminta-minta (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Gadis Peminta-minta Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka …

Puisi: Sungai di Tepi Jalan Raya (Karya Gunoto Saparie)

Sungai di Tepi Jalan Raya ada kisah mengalir pada sungai di tepi jalan raya riang bocah-bocah bermain air gadis-gadis dengan dada terbuka ada angin b…

Puisi: Jejak (Karya Gunoto Saparie)

Jejak mengapakah kau sok tahu bahwa ada jejakku kelam di kotamu? tidak, tak pernah terekam dalam catatan tak kutulis tentang airmata berlinangan di g…

Puisi: Pantun Hati Rindu (Karya Kurniawan Junaedhie)

Pantun Hati Rindu Kalau aku meradang jatuhlah dari langit 1000 bintang Siapkah kamu menadahnya Dengan dua…

Puisi: Ketika Mendengar Tangis (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Ketika Mendengar Tangis Kaudengarkah tangis bocah itu sejak tadi suaranya menebari desa sunyi merambati bi…

Puisi: Berdiri Aku (Karya Amir Hamzah)

Berdiri Aku Berdiri aku di senja senyap Camar melayang menepis buih Melayah bakau mengurai puncak Berjulang datar ubur terkembang…

Puisi: Bahwa Maut (Karya Gunoto Saparie)

Bahwa Maut bahwa maut bagaikan ujung lagu gema terakhir sebelum lenyap sebelum waktu habis mengabu sebelum berhenti kita bercakap kutandai tatapan da…

Puisi: Mawar Terjauh (Karya Nirwan Dewanto)

Mawar Terjauh Kau benih hujan pagi hari, aku payung yang lama iri. Kau airmata di ujung jari, aku saputan…

Puisi: Saat Kelelahan Berlomba Mengejarmu di Jalan Raya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Saat Kelelahan Berlomba Mengejarmu di Jalan Raya ( Kinanthi Anggraini ) Tanggungjawab tergesa-gesa membangunk…
© Sepenuhnya. All rights reserved.