Puisi: Di Liku Gang, Malam-Malam (Karya Rayani Sriwidodo)

Puisi "Di Liku Gang, Malam-Malam" menggambarkan malam sebagai saksi keintiman dan pemikiran yang terjadi dalam suasana gelap. Melalui gambaran ...
Di Liku Gang, Malam-Malam

ketika senyap menyergap
malam merayap - mencari pagi
di liku gang
suara apa
        ke detak langkah pelahan
        berdetak jantung ruang
                bagai apa
saat bayang mengoyak bayang
            berjuta bayang
                menari
        asing dan bising
rangka soal
        dungu terbaring

Sumber: Horison (Mei, 1969)

Analisis Puisi:
Puisi "Di Liku Gang, Malam-Malam" karya Rayani Sriwidodo membawa pembaca dalam pengalaman keintiman yang terjadi di suasana malam yang hening. Penyair menggunakan bahasa yang sederhana namun mendalam untuk menggambarkan ketika kegelapan malam menyergap dan suasana di sebuah gang.

Senyap dan Malam yang Merayap: Puisi membuka dengan gambaran senyap yang menyergap, menciptakan suasana hening yang khas malam. Malam digambarkan sebagai sesuatu yang "merayap," menyorot pergerakan malam yang perlahan dan mencari pagi.

Langkah Pelahan dan Detak Jantung Ruang: Dengan menyebutkan "langkah pelahan" dan "detak jantung ruang," penyair menggambarkan keintiman dan keadaan hati yang tenang. Suara langkah pelahan bisa jadi milik seseorang yang berjalan di gang tersebut, dan detak jantung ruang menciptakan citra kesadaran diri dan hubungan dengan sekitar.

Bayang-Bayang yang Menari: Penyair menggunakan gambaran bayang-bayang yang menari sebagai simbol keberagaman dan kehidupan di malam yang gelap. Berjuta bayang yang bergerak menciptakan atmosfer yang penuh kehidupan dan dinamika.

Asing dan Bising: Kata-kata "asing dan bising" menciptakan kontras dengan suasana senyap pada awal puisi. Hal ini mungkin menggambarkan keberagaman atau kemeriahan yang dapat muncul di malam yang pada awalnya sepi.

Rangka Soal dan Dungu Terbaring: Ekspresi "rangka soal" dan "dungu terbaring" memberikan kesan kebingungan atau refleksi dalam gelapnya malam. Mungkin penyair ingin menyampaikan pemikiran-pemikiran yang terjadi di dalam kepala pada malam yang sunyi.

Gelapnya Malam dan Keintiman: Ketika penyair menyebutkan "ketika senyap menyergap" dan "malam merayap," ia menciptakan keterkaitan antara kegelapan malam dan suasana keintiman. Malam yang gelap menciptakan ruang bagi perasaan dan pemikiran yang mendalam.

Pertanyaan akan Bagai Apa: Pertanyaan "bagai apa" menciptakan rasa misteri dan kebingungan, mungkin mencerminkan kompleksitas perasaan atau situasi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Dungu Terbaring dan Keterkaitan dengan Malam: Pernyataan "dungu terbaring" bisa merujuk pada ketidakjelasan atau kebingungan, dan keterkaitannya dengan malam-malam menciptakan kesan bahwa kegelapan malam menjadi saksi bagi perasaan dan pikiran yang rumit.

Puisi "Di Liku Gang, Malam-Malam" menggambarkan malam sebagai saksi keintiman dan pemikiran yang terjadi dalam suasana gelap. Melalui gambaran malam yang merayap, penyair menciptakan atmosfer yang memungkinkan pemikiran dan perasaan untuk berkembang. Puisi ini mengeksplorasi hubungan antara malam dan keintiman, membawa pembaca ke dalam kegelapan yang diisi dengan pertanyaan dan refleksi.

Rayani Sriwidodo
Puisi: Di Liku Gang, Malam-Malam
Karya: Rayani Sriwidodo

Biodata Rayani Sriwidodo:
  • Rayani Lubis lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, pada tanggal 6 November 1946.
  • Rayani Lubis meniadakan marga di belakang nama setelah menikah dengan pelukis Sriwidodo pada tahun 1969 dan menambahkan nama suaminya di belakang namanya sehingga menjadi Rayani Sriwidodo.
© Sepenuhnya. All rights reserved.