Puisi Rayani Sriwidodo

Puisi: Pratanda (Karya Rayani Sriwidodo)

Pratanda (In memoriam Asneli Lutan) aku curiga, burung itu menjerijit terus aku curiga, kelakarku padanya, itu pratanda ada di antara kita kan dipang…

Puisi: Senja Itu Aku Berpaling ke Halaman (Karya Rayani Sriwidodo)

Senja Itu Aku Berpaling ke Halaman senja itu aku berpaling ke halaman sejak seluruh siang telah dipintal         jemari kehidupan         menyambut m…

Puisi: Ketika Itu Remang Pagi (Karya Rayani Sriwidodo)

Ketika Itu Remang Pagi ketika itu remang pagi, kehidupan masih         mendekap di tiang-tiang sepi sebelum ada yang mungkin menertawakan kau jalan t…

Puisi: Kelak Aku Pun Jadi Tua (Karya Rayani Sriwidodo)

Kelak Aku Pun Jadi Tua kelak aku pun jadi tua dengan otot tonjol-menonjol bagai cabang-cabang kamboja kuburku digali di atas kuburmu tanah makin maha…

Puisi: Menjulang Engkau (Karya Rayani Sriwidodo)

Menjulang Engkau seperti buku yang tak habis juga terbaca luput dari cakaran angin, purba dalam menganga berloncatan huruf-Mu, menyembelawa dari jala…

Puisi: Adalah Adalah (Karya Rayani Sriwidodo)

Adalah Adalah Batin bening di tengah hingar duniawi perjalanan adalah perhentian dada henti perhentian adalah perjalanan itu sendiri Allah zikirku se…

Puisi: Di Sehelai Daun (Karya Rayani Sriwidodo)

Di Sehelai Daun di sehelai daun seorang bidadari hinggap mengeluskan jemari sepasang kupu-kupu sedang bercumbu menyingkir buru-buru tangkai bergoyang…

Puisi: Di Bawah Pudar Hari (Karya Rayani Sriwidodo)

Di Bawah Pudar Hari Di bawah pudar hari kau bawa juga busur tua itu memanjat gunung lintaskan pukau yang susut lalu dunia belajar pada badai janji-ja…

Puisi: Sesudah Pemakaman (Karya Rayani Sriwidodo)

Sesudah Pemakaman (In memoriam Asneli Lutan) tak ada angin sore ini, tak ada angin layang termangu daun antar pohon kepribadian kita tak lagi angguk,…

Puisi: Kata Burung (Karya Rayani Sriwidodo)

Kata Burung Sayalah si terbang bebas di angkasa untuk temukan diri terikat gravitasi sementara yang berpijak yang tak kunjung maklum masih saja ingin…

Puisi: Laut dan Langit (Karya Rayani Sriwidodo)

Laut dan Langit akulah laut di pundak ombak camar mari berpagut Kaulah langit atap melengkung menaungi jambul bukit antara Kau dan aku berambulan des…

Puisi: Bagai Bermain Biduk (Karya Rayani Sriwidodo)

Bagai Bermain Biduk Bagai bermain biduk angin memberinya kelincahan ombak meminta darinya perhatian bintang menguakkan baginya kegelapan karang menga…

Puisi: Lelaki Itu Turun di Sebuah Stasiun (Karya Rayani Sriwidodo)

Lelaki Itu Turun di Sebuah Stasiun menghilang bagai embun                 pungung             deresi terakhir         di hadapan     jalan menganga  …

Puisi: Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 (Karya Rayani Sriwidodo)

Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 Bahwa perempuan objek seks telah dipertontonkan di puncak kerusuhan tiga belas Mei itu Seorang ibu yang tadi pagi memb…

Puisi: Di Seputar Ka'bah (Karya Rayani Sriwidodo)

Di Seputar Ka'bah Serentak sujud lurus ke titik asal nur melebur dalam tanur tunggal         matahari selembut nian         hujan setetes keabadi…

Puisi: Apa Kabarmu Sang Kebebasan? (Karya Rayani Sriwidodo)

Apa Kabarmu Sang Kebebasan? Sehelai daun melayang dari dahan penghujung kutahan nafasku, kuawasi gemetar tubuhnya menjelang rubuh ke bumi, kesan. dem…
© Sepenuhnya. All rights reserved.