Puisi: Di Bawah Pudar Hari (Karya Rayani Sriwidodo) Di Bawah Pudar Hari Di bawah pudar hari kau bawa juga busur tua itu memanjat gunung lintaskan pukau yang susut lalu dunia belajar pada badai janji-ja…
Puisi: Sesudah Pemakaman (Karya Rayani Sriwidodo) Sesudah Pemakaman (In memoriam Asneli Lutan) tak ada angin sore ini, tak ada angin layang termangu daun antar pohon kepribadian kita tak lagi angguk,…
Puisi: Kata Burung (Karya Rayani Sriwidodo) Kata Burung Sayalah si terbang bebas di angkasa untuk temukan diri terikat gravitasi sementara yang berpijak yang tak kunjung maklum masih saja ingin…
Puisi: Laut dan Langit (Karya Rayani Sriwidodo) Laut dan Langit akulah laut di pundak ombak camar mari berpagut Kaulah langit atap melengkung menaungi jambul bukit antara Kau dan aku berambulan des…
Puisi: Bagai Bermain Biduk (Karya Rayani Sriwidodo) Bagai Bermain Biduk Bagai bermain biduk angin memberinya kelincahan ombak meminta darinya perhatian bintang menguakkan baginya kegelapan karang menga…
Puisi: Lelaki Itu Turun di Sebuah Stasiun (Karya Rayani Sriwidodo) Lelaki Itu Turun di Sebuah Stasiun menghilang bagai embun pungung deresi terakhir di hadapan jalan menganga …
Puisi: Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 (Karya Rayani Sriwidodo) Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 Bahwa perempuan objek seks telah dipertontonkan di puncak kerusuhan tiga belas Mei itu Seorang ibu yang tadi pagi memb…
Puisi: Di Seputar Ka'bah (Karya Rayani Sriwidodo) Di Seputar Ka'bah Serentak sujud lurus ke titik asal nur melebur dalam tanur tunggal matahari selembut nian hujan setetes keabadi…
Puisi: Apa Kabarmu Sang Kebebasan? (Karya Rayani Sriwidodo) Apa Kabarmu Sang Kebebasan? Sehelai daun melayang dari dahan penghujung kutahan nafasku, kuawasi gemetar tubuhnya menjelang rubuh ke bumi, kesan. dem…
Puisi: Ada yang Kucinta pada Jakarta (Karya Rayani Sriwidodo) Ada yang Kucinta pada Jakarta Ada yang kucinta pada Jakarta yakni, kali dan kolamnya aneka warna coklat susu Ciliwung (mengingatkanku pada tiap gela…
Puisi: Pencari Jejak (Karya Rayani Sriwidodo) Pencari Jejak Pencari jejak itu melihat jelas alur dada putusku di pebukitan Melintas kelepak elang …
Puisi: Sementara Sepi (Karya Rayani Sriwidodo) Sementara Sepi pokok murbai terangguk-angguk di halaman sesosok kelam di bidang datar beranda menyilang bayang murbai ke semak-semak pisang hanya…
Puisi: Dari Jendela-Jendela Gerbong (Karya Rayani Sriwidodo) Dari Jendela-Jendela Gerbong Dari jendela-jendela gerbong yang tertutup rapat bagai sebaris teka-teki masih saja kutemukan kilasan bayang : kita dala…
Puisi: Akankah Kutanya (Karya Rayani Sriwidodo) Akankah Kutanya Bagai kupu-kupu bayang yang mengitari keranda akankah kutanya saat terkembang jaring di tangannya : aku tinggal kemungkinan…