Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Jejak Sang Kharismatik (Karya Ahmad Yani AZ)

Puisi: Jejak Sang Kharismatik Karya: Ahmad Yani AZ
Jejak Sang Kharismatik


Kucoba selami hatimu di dinding waktu
Ada seberkas cahaya begitu sejuk
Lalu ketika kuraba di tanggalan almanakmu 1899 dan 1975
Begitu harumnya melati sewangi kharismatik tegar sabar pribadimu yang tak lagi potret bara api patriotisme, semangat fisabillahmu
ada sebongkah batu yang begitu kokoh di sudut bilik hatimu 
Dan aku begitu kagum dengan pribadimu yang tak ingin dibayar dengan apapun
Kau telah membumikan wibawa dan sesuatu makna kepada seluruh jagad negeri Kuala Tungkal bersama Lambang Selempang Merah yang begitu agung, mistis, sakral dan menggidikan bulu roma

Di reruntuhan puing sejarah batu purba
Kini kutorehkan tinta emas pada prasasti Bumi Serengkuh Dayung Serentak De Tujuan Masa Depan
Dan engkau adalah bagian dari kehidupan itu
Keris pusakamu akan semakin menjadi Bintang di antara pelangi dan kejayaan negeri Tanjung Jabung Barat yang hiasi sepanjang arus Sungai Pengabuan hingga segala pesisir Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ........


Kuala Tungkal, Jambi
8 Juli 2014, Pukul: 03. 00 WIB Dini Hari


Puisi Ahmad Yani AZ
Puisi: Jejak Sang Kharismatik
Karya: Ahmad Yani AZ

Biodata Ahmad Yani AZ:

Ahmad Yani AZ lahir di Kuala Tungkal (Bungsu dari 9 bersaudara, 11 Februari 1969. Sejak kelas 4 SD sudah mulai mencoba untuk terjun ke dunia kepenulisan dan sampai SLTA maupun saat melanjutkan studi pada Akademi Komunikasi Jurnalistik Yogyakarta sampai sekarang ini. Yang pada waktu itu mengikuti test pada Universitas Jambi, IKIP Karang Malang dan Institut Seni Indonesia Jurusan Tari, justru lulus pada Akademi Komunikasi Jurnalistik Yogyakarta (tahun 1993).

Di samping menekuni dunia kepenulisan, juga sambil aktif mengisi waktu masuk di sanggar Natya Lakshita Yogyakarta pimpinan Didik Nini Thowok (3 bulan) dan LPK. Kepenyiaran Radio & TV (Jurusan Kepenulisan Naskah 1994).

Selesai di Akademi Komunikasi Yogyakarta dan kembali ke kampung halaman, kemudian menjadi Freelance Journalist (dan magang) di Harian Independent (yang sekarang Jambi Independent) kemudian aktif menulis di rubrik opini dan budaya di Pos Metro, Jambi Ekspres dan sempat menjadi Kabiro/Reporter Mingguan Jambi Post (1998-2000), Pimred Bulletin Poltik KIN RADIO (2004), kemudian diminta menjadi staf redaksi Mingguan Media Pos Medan (lebih kurang 1,5 tahun: 2002), Wakil Sekretaris Pincab. Pemuda Panca Marga (2001–2014), Bagian Seni Budaya/Pariwisata Pemuda Panca Marga Tanjab Barat 2014-2018 dan 2009-2012 Freelance Journalist: Harian Radar Tanjab, Pos Metro, Jambi Eks, Jambi Independent, Infojambi, Tipikor Meda, Harian Jambi, Tribun, Staf Disporabudpar Tanjab Barat (November 2014 sampai sekarang Wartawan/Pengasuh Rubrik Seni dan Sastra Harian Tungkal Post). Putra bungsu H. Ahmad Zaini (Tokoh Pejuang/Anggota Veteran, Anggota Laskar Hisbullah, Barisan Selempang Merah & Saksi/Pelaku Sejarah).
© Sepenuhnya. All rights reserved.