Kisah Seorang Raja
Untuk kesekian kalinya iapun menggoda
mendesak-desak dan bertanya-tanya:
Siapakah aku sebenarnya
Mengganggu dalam gelisahnya waktu
detik-detik jam itupun setia berputar laju
dan sekali lagi bertanya:
Siapakah engkau sesungguhnya?
Akulah Raja diraja
setidaknya untuk hari atau saat ini
Di depan sebingkai kaca engkau tahu
dan jangan lagi bertanya-tanya selalu
Tapi inilah aku:
Raja segala waktu.
Kubuka catatan harian kemarin siang:
ah, aku semakin tua juga
Kemerut kulit membayang di kaca
Aku bertanya:
Sudahkah tiba saatnya?
Bagi seorang Raja saat apapun jadilah
dan kini tibalah sudah saat itu:
bayangan maut yang datang bertamu
dan dengan sopannya
mengetuk pintu tepat seperti janji semula
Aku sudah sedia di sini
sedikitpun tiada beranjak dari tempat
Datanglah kan kusambut dengan tangan terbuka
Benar, ya benar. Inilah Rajamu, jangan ragu
Akulah satu-satunya Sang Raja
yang telah dan selalu siap dalam segala-galanya
Sekarang iapun menatap kaca, seperti tak percaya
bahwa segala yang di tangannya telah terkulai
dan terlupakan
Bayangan hari-hari kemarin
dan hari depan yang miskin
Aku terbangun
Di tanganku terkulai sebuah buku
terbuka dan belum selesai terbaca
Sala, 1969
