Sementara Sepi
pokok murbai terangguk-angguk di halaman
sesosok kelam di bidang datar beranda
menyilang bayang murbai ke semak-semak pisang
hanya gema
ketika peluit kereta
memantulkan gulita
di tembok-tembok kota
saatnyakah percakapan diam
bersama adam mengenang taman
mereguk seseteguk anggur andaikan
ada gema
kini sayupnya
dengung serangga
sisa sindirnya
1969
Sumber: Horison (Februari, 1974)
Analisis Puisi:
Puisi "Sementara Sepi" karya Rayani Sriwidodo adalah karya yang memadukan elemen alam dengan keheningan dan kerinduan akan waktu yang telah berlalu. Dalam beberapa baris, penyair menciptakan gambaran alam yang sejuk dan kerinduan terhadap masa lalu.
Imaji Pokok Murbai dan Bidang Datar Beranda: Penyair menggambarkan pokok murbai yang "terangguk-angguk di halaman" dan "sesosok kelam di bidang datar beranda." Gambaran ini menciptakan suasana yang tenang dan sejuk, menghadirkan elemen alam yang menyatu dengan keheningan.
Bayangan Murbai yang Menyilang ke Semak-Semak Pisang: Penggambaran bayangan murbai yang menyilang ke semak-semak pisang menciptakan citra yang melibatkan alam dan elemen-elemen alam yang hidup bersama. Ini menciptakan kontras antara kegelapan dan kecerahan, memberikan kedalaman pada deskripsi alam.
Gema Peluit Kereta dan Gulita di Tembok Kota: Penyair menggunakan suara gema peluit kereta dan pantulan gulita di tembok kota untuk menambahkan dimensi sonik pada puisi. Suara-suara ini menciptakan nuansa urban yang kontras dengan gambaran alam yang tenang.
Percakapan Diam Bersama Adam Mengenang Taman: Penyair menyiratkan kehadiran seseorang bernama Adam dan menggambarkan keinginan untuk "percakapan diam" bersamanya, mengenang taman. Ini menciptakan nuansa nostalgia dan kerinduan akan kenangan masa lalu.
Anggur sebagai Lambang Kenangan yang Hilang: Anggur dijadikan simbol kenangan yang hilang. Bayangan akan seseteguk anggur menciptakan gambaran kenangan yang disimpan dalam rasa dan aroma, menghadirkan elemen sensual dalam puisi.
Gema yang Sayup dan Dengung Serangga sebagai Kontrapoin: Puisi ini menciptakan kontras antara keheningan dan gema-gema yang sayup, seperti "ada gema" yang kemudian menjadi "sayupnya dengung serangga." Kontrapoin ini memberikan keberagaman dan kehidupan pada suasana hening yang digambarkan sebelumnya.
Sindiran sebagai Sisa yang Ditinggalkan: Penyair mengakhiri puisi dengan merujuk pada "sisa sindirnya," menciptakan kesan bahwa ada sesuatu yang ditinggalkan atau terselip di dalam keheningan dan alam yang tenang.
Bahasa yang Simpel dan Imajinatif: Penyair menggunakan bahasa yang sederhana namun imajinatif. Kata-kata dipilih dengan cermat untuk menggambarkan suasana dan merangkai makna yang dalam.
Puisi "Sementara Sepi" menghadirkan gambaran alam yang sejuk dan keheningan yang memikat. Rayani Sriwidodo menggabungkan elemen-elemen alam dengan kerinduan dan kehilangan akan masa lalu, menciptakan karya yang mengajak pembaca untuk merenung tentang keheningan dan kenangan yang melibatkan alam dan manusia.
Puisi: Sementara Sepi
Karya: Rayani Sriwidodo
Biodata Rayani Sriwidodo:
- Rayani Lubis lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, pada tanggal 6 November 1946.
- Rayani Lubis meniadakan marga di belakang nama setelah menikah dengan pelukis Sriwidodo pada tahun 1969 dan menambahkan nama suaminya di belakang namanya sehingga menjadi Rayani Sriwidodo.