Ingatan akan Sesuatu
Ingatan akan sesuatu masih bertahan
Dan akhirnya aku merasa bahagia
Tak salah menyembunyikan hal-hal yang mustahil
Burung-burung gagak yang cacat
Kesenangan-kesenangan semu selagi mencumbu
Lagu-lagu bangun tidur yang dilupakan
Hari-hari menyiksa di dalam kelambu
Basa-basi sulit terbaca kelanjutannya
Kesenangan yang terus menerus bukanlah kebahagiaan
Kalimat-kalimat buruk tanpa perumpamaan
Tak ada gunung-gunung mengubur lautan
Membicarakan perkara yang tak ada
Memeluk perempuan tanpa keinginan
Menikmati tubuh kekasih tanpa merasakan
Rumput kering berduri dalam palungan
Itu akan menyenangkanku dan
menjadikannya mahkota, agar aku nampak bahagia
St. Petersburg, 2019
Sumber: Topeng Gerabah Bermata Cumbu (2021)
Analisis Puisi:
Puisi "Ingatan akan Sesuatu" karya Hendro Siswanggono adalah sebuah karya yang penuh dengan lapisan makna dan nuansa emosi. Dalam puisi ini, penyair mengeksplorasi tema tentang ingatan, kesedihan, kebahagiaan, dan realitas yang tersembunyi di balik kesenangan semu.
Ingatan yang Bertahan: Puisi ini dimulai dengan pernyataan "Ingatan akan sesuatu masih bertahan," menunjukkan pentingnya kenangan dalam hidup manusia. Ingatan tentang pengalaman dan perasaan tertentu dapat bertahan lama, bahkan ketika hal itu sulit ditemui kembali.
Kesedihan dan Kebahagiaan yang Tersembunyi: Puisi ini menggambarkan perasaan penyair yang merasa bahagia karena memiliki ingatan tentang sesuatu, meskipun hal itu mungkin menyakitkan atau mustahil terjadi. Ada perasaan campur aduk antara kesedihan dan kebahagiaan yang terkandung dalam ingatan tersebut.
Simbol Burung: Penyair menggunakan simbol burung, seperti burung gagak yang cacat dan burung merpati yang buta, untuk menggambarkan kesenangan-kesenangan semu yang dapat mengaburkan realitas. Burung-burung ini mewakili kehampaan dan ketidaksempurnaan yang terkadang tersembunyi di balik kesenangan.
Kesia-siaan: Puisi ini menyindir tindakan-tindakan yang seolah-olah memberikan kesenangan sementara, tetapi pada akhirnya tidak memiliki makna yang mendalam. Menyiksa di dalam kelambu, basa-basi yang sulit terbaca, dan kesenangan yang hanya sementara adalah contoh-contoh dari kesia-siaan dalam hidup.
Realitas yang Tersembunyi: Penyair menyuarakan pemahamannya tentang pentingnya melihat di balik kesenangan semu dan mengeksplorasi realitas yang lebih dalam. Terkadang, kebahagiaan sejati dapat tersembunyi di balik pengalaman yang tampaknya buruk atau mustahil.
Mahkota Kesedihan: Penutup puisi ini memberikan gambaran tentang bagaimana penyair dapat mengubah rumput kering berduri dalam palungan menjadi mahkota. Ini mungkin merujuk pada kemampuan manusia untuk mencari kebahagiaan dan makna dalam pengalaman yang sulit atau menyakitkan.
Puisi "Ingatan akan Sesuatu" adalah karya sastra yang menggambarkan perasaan campur aduk tentang ingatan, kesedihan, dan kebahagiaan. Penyair mengajak pembaca untuk melihat di balik kesenangan semu dan mencari makna yang lebih dalam dalam pengalaman hidup. Dalam kesederhanaannya, puisi ini menyampaikan pesan yang mendalam tentang realitas dan emosi manusia.
