Puisi: Stasiun Kereta Api Kota Malang (Karya Hendro Siswanggono) Stasiun Kereta Api Kota Malang kala siang suatu hari di bulan Agustus Kota Malang akhirnya, gerbong-gerbong kereta yang kembali dan tak dikenali, per…
Puisi: Musim Panas Memudar di Hari Sore (Karya Hendro Siswanggono) Musim Panas Memudar di Hari Sore Musim panas memudar di hari sore pucuk-pucuk pinus kemerahan gelap tersaput kabut aroma kemurungan memberi ruang jal…
Puisi: Apa yang Kau Pikirkan (Karya Hendro Siswanggono) Apa yang Kau Pikirkan Apa yang kau pikirkan Meniadakan seseorang dari kehidupan Terkejut melihat pantulan cermin Tubuh tegak yang berjalan perlah…
Puisi: Lembar demi Lembar (Karya Hendro Siswanggono) Lembar demi Lembar Lembar demi lembar bulan pudar jalan gelap demi kegelapan yang terpencar hilang lenyap saat terlepas bingkai tenggelam ke dasar ca…
Puisi: Senyum Kecil yang Tegang dalam Kamera (Karya Hendro Siswanggono) Senyum Kecil yang Tegang dalam Kamera Senyum kecil yang tegang dalam kamera Seseorang yang kurus dengan kawat gigi Sederet tawa dan seulas misteri Su…
Puisi: Di Mana Ey (Karya Hendro Siswanggono) Di Mana Ey di mane ey yang telah mengganggu pandangku yang telah mengganggu tidurku yang telah merasuk rohku yang telah merusak jiwaku senyap telah s…
Puisi: Kita Tidak Tinggal di Sana (Karya Hendro Siswanggono) Kita Tidak Tinggal di Sana Kita tidak tinggal di sana Di tempat yang paginya tak pergi-pergi Bintang-bintang berkedip bersama denyut hari-hari Sebuah…
Puisi: Pegunungan Senja (Karya Hendro Siswanggono) Pegunungan Senja bagi Retno Sayogyandini Angin bangkit pelan menekan Menggigil cemara, lebih seperti hujan yang kerap Bergetar-getar bayang-bayang pu…
Puisi: Buku (Karya Hendro Siswanggono) Buku Selalu merindukannya saat memegang pensil dan meja tulis, tidak pernah menguap satupun kenangan dalam halaman-halaman yang terbuka. Bunga-bunga …
Puisi: Kekurangan bukan Suatu yang Menyenangkan (Karya Hendro Siswanggono) Kekurangan bukan Suatu yang Menyenangkan Kekurangan bukan suatu yang menyenangkan dunia luas yang tersembunyi bertahun-tahun lupa hafalan doa seorang…
Puisi: Ada Kalanya (Karya Hendro Siswanggono) Ada Kalanya Ada kalanya mempersiapkan pesta dengan pedang di pinggang, diam-diam menggenggam seikat bunga dari cawan air mata, irama derap kuda ma da…
Puisi: Pulang (Karya Hendro Siswanggono) Pulang / seperti tragedi dengan kerinduan kalau aku datang bukakan pagar benahi meja masukkan lemari mobil-mobilan mainan boneka baju-baju lama kelua…
Puisi: Di Bulan Mei (Karya Hendro Siswanggono) Di Bulan Mei Di bulan Mei yang dingin dan cerah Arloji berputar-putar tenang Menyelinap dilipat-lipat Berulang-ulang bagai foto keluarga di ruang tam…
Puisi: Hidup dengan Perasaan Bahagia (Karya Hendro Siswanggono) Hidup dengan Perasaan Bahagia Hidup dengan perasaan bahagia Kuingin lagi saling menatap denganmu Menikmati misteri yang terbit dari matamu Beberapa d…