Kota Ini Gilirannya
Kota ini gilirannya diserang wabah
yang melanda negeri-negeri jauh
Kota ini gilirannya tersapu rumah demi rumah
dan gedung-gedung kelabu dan bouwvallig
Terlibatkah kita sahabatku?
dalam gema dan bahana
yang menggidikkan bulu roma?
Debu-debu wabah yang menutup rongga nafas
membukatkan air kali dan melalap buah muda
wabah yang begitu lapar begitu dahaga
Benteng penghabisan telah pecah
Barisan perlawanan makin lemah
dan terompet sedih di balik malam
korban-korban berjatuhan
Terlibat kita sahabatku
dalam kota mati reruntuhan benteng penghabisan
tapi milik kita masih utuh
kepercayaan di sisi jantung luka
