Puisi: Aku Ada Bersama (Karya Adri Darmadji Woko) Aku Ada Bersama Angin menggigilkan pepohonan, angin menggigilkan lelampuan jalan, angin menerbangkan kemarau, mengepak-kepakkan sayap rindu. Aku ada …
Puisi: Nyanyi Malam Sepi (Karya Yunus Mukri Adi) Nyanyi Malam Sepi bagi: Paul Harris tak ada bulan. Malam pekat Tak ada tanda-tanda. Hanya asap sigaret Dan kudengar sayap-sayap kelelawar Mengusik po…
Puisi: Qasidah (Karya Yunus Mukri Adi) Qasidah ( 1 ) Menyanyi dalam qasidah. Malam pun majnun Bertarung kulit-kulit rebana. Berpendar lampu merjan Di beranda agung. Aku masih tak yakin seg…
Puisi: Stasiun Bis Cibadak (Karya Rahman Arge) Stasiun Bis Cibadak penunjuk jalan masuk lepas kita di pintu sana singkat sekali pertemuan ini. perlukah kita ke sana hutan-hutan Afrika menjinakkan …
Puisi: Y (Karya Abdul Hadi WM) Y Kita tidak akan bisa tidur kalau tinggal di hotel itu Namun kita akan menuju ke kota itu dan menginap Di hotel yang demikian Pelayannya suka mengom…
Puisi: Meningkat Naik (Karya Slamet Sukirnanto) Meningkat Naik Kini hari meningkat naik Tiba-tiba waktu menyadarkan: usia! Begitu cepat kehadiran kita Sebelum kedamaian rumah menanti (tak k…
Puisi: Dendam pada Imperialisme-Kolonialisme (Karya Remy Sylado) Dendam pada Imperialisme-Kolonialisme Indonesia bangsa Belanda bangsat. Bandung, 1972 Sumber: Puisi Mbeling (2004) Analisis Puisi : Puisi “Denda…
Puisi: Ketika Kata Hilang Lafaz (Karya Remy Sylado) Ketika Kata Hilang Lafaz Bandung, 1972 Sumber: Puisi Mbeling (2004) Analisis Puisi : Puisi “Ketika Kata Hilang Lafaz” merupakan puisi tipografi kary…
Puisi: Jangan Bergunjing Ada Ini di Dinding (Karya Remy Sylado) Jangan Bergunjing Ada Ini di Dinding 1972 Sumber: Puisi Mbeling (2004) Analisis Puisi : Puisi tipografi merupakan salah satu bentuk puisi modern yan…
Puisi: Sebuah Parabel (Karya Ajip Rosidi) Sebuah Parabel Buat Dan & Arlene Orang-orang mendaki gunung, memahat batu dan pulang senja hari; orang-orang berlayar …
Puisi: Lelaki Sepi (Karya Halis LS) Lelaki Sepi di ujung tembok paling timur itu sesekali ia menjenguk ia pendatang baru belum mengenal benar kotaku, pepohonan dan burung-burung. se…
Puisi: Sejuta Panorama Suara (Karya Hamid Jabbar) Sejuta Panorama Suara di si ni di lereng gunung ini malabar terhampar sejuta panorama terdengar sej…
Puisi: Malam Makin Larut, Kota Makin Sepi (Karya Slamet Sukirnanto) Malam Makin Larut, Kota Makin Sepi Malam makin larut, kota makin sepi Begitu sayu rumah terakhir tercapai Sambil menghitung detik demi deti…
Puisi: Kabut (Karya Ajip Rosidi) Kabut Yang putih menyilaukan adalah kabut Yang mengurungku dalam samar adalah kabut Yang mendinding menghalang langkah adalah kabut Yang ha…
Puisi: Ketika Bumi Mengandung Api, Bukit Kapur Dikelilingi Kubur (Karya Taufiq Ismail) Ketika Bumi Mengandung Api, Bukit Kapur Dikelilingi Kubur Perempuan-perempuan di Jawa Timur berhenti murka dan …