1972

Puisi: Adakah Engkau Tetap di Sana (Karya Korrie Layun Rampan)

Adakah Engkau Tetap di Sana Adakah engkau tetap di sana Memandang awan raib dan pasir penuh bulan Adakah engkau tetap di sana Memandang teka-teki nas…

Puisi: Ia yang Memanggil Namaku (Karya Adri Darmadji Woko)

Ia yang Memanggil Namaku Ia yang memanggil namaku datangnya bagai dari pucuk cemara bergaunglah suaranya setelah semenjak lama aku tak mengenal dan t…

Puisi: Meditasi-Meditasi di Malam Natal (Karya F. Rahardi)

Meditasi-Meditasi di Malam Natal pada bulan desember ini kami seret lapar dan haus kami menghadapmu piring-piring surgawi jejalilah mulu…

Puisi: Dalam Bayang (Karya Lazuardi Anwar)

Dalam Bayang Dalam bayang luka riang riak laut danau meramu ke dalam. Angin sore menampar pada pipi aiih, apakah engkau gadis yang kucari ombak danau…

Puisi: Jangan Biarkan Aku Kelu (Karya Taufiq Ridwan)

Jangan Biarkan Aku Kelu Telanjanglah depanku O engkau yang ada Ataukah engkau Tiada? Antara wajah engkaukah itu                         menatap? Anta…

Puisi: Ssst! (Karya Rahman Arge)

Ssst! Kita berbisik Kita diperbisikkan Ssst! Kita tertembak Jakarta, 1972 Sumber: Horison  (Mei, 1974) Analisis Puisi: Puisi "Ssst!" karya …

Puisi: Balik Kamu Balik (Karya W.S. Rendra)

Balik Kamu Balik Balik kamu balik Baliklah kami ke daerah mewahmu. Belailah kembali renda-renda alas mejamu. Tidurlah kembali di seprai li…

Puisi: Dari Celah Sepi (Karya Soekoso DM)

Dari Celah Sepi dari celah sepi, bunga selasih, burung pedasih membuka kisah kasih ku yang robek di sana sini 1972 Sumber: Horison (Februari, 1975) A…

Puisi: Sebelum Mula (Karya Bambang Sarwono)

Sebelum Mula sehari sebelum terbit cinta Ia tak mengibaskan apa-apa juga kabut, juga duka Nur; masih tersimpan di benak                         Tanya…

Puisi: Di Sudut Matahari Ada Gelap (Karya Bambang Sarwono)

Di Sudut Matahari Ada Gelap Di sudut matahari ada gelap Hitamnya mungil Namun kembang menyayat Terpandang di sini Hariku menyayat Di sudut hati ada p…

Puisi: Wajah Kita (Karya Hamid Jabbar)

Wajah Kita bila kita selalu berkaca setiap saat dan di setiap tempat maka tergambarlah: alangkah bermacamnya wajah kita yang…

Puisi: Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus (Karya Soekoso DM)

Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus daun mahoni sudah rontok angin sembunyi di balik tembok dingin mengecup wajah kota, aku duduk merokok sepasang kucing d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.