1972

Puisi: Dari Celah Sepi (Karya Soekoso DM)

Dari Celah Sepi dari celah sepi, bunga selasih, burung pedasih membuka kisah kasih ku yang robek di sana sini 1972 Sumber: Horison (Februari, 1975) A…

Puisi: Sebelum Mula (Karya Bambang Sarwono)

Sebelum Mula sehari sebelum terbit cinta Ia tak mengibaskan apa-apa juga kabut, juga duka Nur; masih tersimpan di benak                         Tanya…

Puisi: Di Sudut Matahari Ada Gelap (Karya Bambang Sarwono)

Di Sudut Matahari Ada Gelap Di sudut matahari ada gelap Hitamnya mungil Namun kembang menyayat Terpandang di sini Hariku menyayat Di sudut hati ada p…

Puisi: Wajah Kita (Karya Hamid Jabbar)

Wajah Kita bila kita selalu berkaca setiap saat dan di setiap tempat maka tergambarlah: alangkah bermacamnya wajah kita yang…

Puisi: Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus (Karya Soekoso DM)

Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus daun mahoni sudah rontok angin sembunyi di balik tembok dingin mengecup wajah kota, aku duduk merokok sepasang kucing d…

Puisi: Kota Ini Gilirannya (Karya Hijaz Yamani)

Kota Ini Gilirannya Kota ini gilirannya diserang wabah yang melanda negeri-negeri jauh Kota ini gilirannya tersapu rumah demi rumah dan gedung-gedung…

Puisi: Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh (Karya Abdul Hadi WM)

Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh AKU ingin mengunjungi sebuah negeri tanpa mesjid dan rumah sakit, tanpa kedai minum, lewat peperangan y…

Puisi: Z (Karya Abdul Hadi WM)

Z "Gerangan lagu apa?". Laki-laki itu Mendengar suara musik dari jauh Tak kunjung dekat "Ke tempat itu kamu pergi, Kelana Pandir!"…

Puisi: Lagu (Karya Abdul Hadi WM)

Lagu Danau kelabu pada dataran Hutan-hutan di sekitarnya, perkasa Gumpalan dingin di langit malam Menghamparkan bayangan salju Mengapa …

Puisi: Pergi Mengembara Selagi Usia Masih Muda (Karya Dodong Djiwapradja)

Pergi Mengembara Selagi Usia Masih Muda (1) Pergi mengembara selagi usia masih muda Sebab nanti bila janggut sudah turun bagai salju,…

Puisi: Negarakertagama (Karya Abdul Hadi WM)

Negarakertagama Telah muncul di kota — yang semalam ditinggalkan pandu-pandu itu — seribu tengkorak; seribu tambur dan asap, waktu hujan turun dan ge…
© Sepenuhnya. All rights reserved.