Pelarian
Jejak terlampau cepat di pelarian
Bintang di hati, angin desember meniup hari-hari lambat
Dan garis-garis punya warna paduan jiwa
– Musim kanak-kanak bukan lagi jadi impian
Di dada ada pagi
Di dada ada senja
Malam-malam bermukim di kota kekasih
Bumi kelahiran tinggal terbakar
Cinta terbelah tiga di satu penjuru
Di hati rindu
Cinta di pulau
Dan tangan harap membelai seni yang punya tangisan
Banjarmasin, akhir Desember 1955
