Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Surat dari Muara Teweh (Karya Hijaz Yamani)

Puisi: Surat dari Muara Teweh Karya: Hijaz Yamani
Surat dari Muara Teweh


Aku datang di sini mendaki pinggir kota yang landai
Bertiup angin kering pucuk pohonan yang tunduk
Bumi berpunggung-punggung rengkah
Bagai dahagaku yang rindu kerna kautinggal dalam resah

Musim adalah selalu hadir atas kita
Tapi tidak sangsi sekali berpaling dari berburu cinta
Kerna aku telah bertolak
Dari kota tinggal sedari kaki mulai berpijak

Memang adalah terlalu jauh mata air membawa hati kita
Dan sebuah tangan mengunjuk bagai mengisyarat kata terdengar
Kau pun tinggal sepi, Farida

Aku datang di sini dan berdiri di tanah tinggi
Bila malam tiba
Yang ingin kulengos kata-kata samar yang tak ingin kudengar
Aku sangat rindu

Kehendak adalah tantangan dari kota sepi yang kutinjau
Kemilau yang membakar matahari musim kemarau
Begitu mereka tajam-tajam menampar dan bisiknya begini:
Ah, kapan kau pulang, yamani


1959

Sumber: Tanah Huma (1978)


Hijaz Yamani
Puisi: Surat dari Muara Teweh
Karya: Hijaz Yamani

Biodata Hijaz Yamani:
  • Hijaz Yamani lahir pada tanggal 23 Maret 1933 di Banjarmasin.
  • Hijaz Yamani meninggal dunia pada tanggal 17 Desember 2001 (pada umur 68 tahun) dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia di Kota Banjarbaru.
© Sepenuhnya. All rights reserved.