Puisi: Jangan Berhenti Dicinta! (Karya Jang Sukmanbrata)

Puisi || Jangan Berhenti Dicinta! || Karya || Jang Sukmanbrata ||

Jangan Berhenti Dicinta!



Jangan berhenti dicinta!
Kalian saudaraku satu keturunan utusan Tuhan
jangan kau ributkan perbedaan agama,
cara beribadah,
itu adalah sifat hewan melata
Kecuali singa si pendiam yang berkarisma
tak mencela tak menghina, ia peka kebaikan
Singa banyak mengaji dirinya sendiri
Menyendiri, terkadang menangis rindu Raja Wali di balik ilalang kering,
Saat mengaum
di lidahnya Firman-Mu terpahat

Jangan berhenti mencintai dengan tindakan
Sebab tindakan itu kepakan burung di udara
Langkah kuat di pendakian gunung
Kayuh perahu di depan ombak laut
Aku mencintaimu, darah dagingku aliran hidupmu.
Bersama dalam satu pembagian ruh
Kitab pedoman satu, dada beristanakan kalbu
Kitab baqa! Kata-Mu

Jangan buang dendam kalian
alihkan menjadi rindu dendam kepada Tuhan
belajar dari tekuk lututnya lumut ke waktu
bekerja memberi arti kering ke mentari siang
Sudahlah aku tak mampu bicara panjang
ketika Tuhan berkata: "Dusta lahir dari orang banyak omongan".
Buka buku dirimu!
Bacalah atas nama udara 
dan cinta tanpa tapal batas,
tak ada limbahnya
meski melewati tangis dan tetesan darah
Jangan meniru! Cinta itu madu murni 
segala air tentara pasukan sarang lebah


Kabuyutan Rajamandala, 25 Oktober 2019

Jang Sukmanbrata
Puisi: Jangan Berhenti Dicinta!
Karya: Jang Sukmanbrata

Biodata Jang Sukmanbrata:
Jang Sukmanbrata lahir pada tanggal 17 Agustus 1964 di Bandung. Ia menulis karya sastra dengan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia dalam berbagai genre mulai dari puisi, guguritan, lirik, balada, epik, naratif, tanka, haiku, dan bahkan esai.

Puisi-puisinya terangkum di berbagai Buku Antologi Puisi, seperti Penyair Bandung (1981), Negeri Pesisiran (2019), Negeri Rantau (2020), Raja Kelana (2022) dan beberapa lainnya.

Karya sastranya yang lain bisa dijumpai dan tersebar di berbagai Media Online dan Media Offline, seperti di Majalah Basis, koran Bali Pos, Pikiran Rakyat Bandung, dan lain sebagainya.

Jang Sukmanbrata saat ini aktif mengadvokasi - melestarikan nilai-nilai Kabuyutan Sunda-Nusantara.
© Sepenuhnya. All rights reserved.