Untuk Kandidat
batas akhir dari permainan primitif
merebut kursi
oi, kursi
keramat
berbatu terjal
kesempatan lowongan kerja
nilai-nilai permintaan penguasa
mendidik itu menyenangkan
bukan urusanmu lagi
tengoklah kawan,
puluhan ekor kuda
sudah terbang dari sangkar
mulutnya ditumbuhi kompor gas
tanam investasi dalam museum
megaproyek menerbangkan hotel-hotel berbintang
persis di jidat kepala
batas akhir dari permainan primitif
merebut kursi
oi, kursi
mengeras
retak
Jakarta, 30 September 2022
Karya: Pulo Lasman Simanjuntak
Biodata Pulo Lasman Simanjuntak:
Pulo Lasman Simanjuntak lahir di Surabaya, 20 Juni 1961. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP-Jakarta). Lasman Simanjuntak belajar sastra secara otodidak. Hasil karya sajaknya pertama kali dipublikasikan sewaktu masih duduk di bangku SMP, yakni dimuat di ruang sanjak anak-anak Harian Umum Kompas tahun 1977.
Kemudian pada tahun 1980 sampai tahun 2022 sajak-sajaknya mulai disiarkan di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka, Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Harian Sore Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), Koran Media Cakra Bangsa (Jakarta), Majalah Habatak Online, dan banyak lagi lainya.
Selain di Media Online dan Media Offline, sajaknya juga termuat dalam 17 Buku Antologi Puisi Bersama Penyair di seluruh Indonesia.
Buku kumpulan sajak tunggalnya yang sudah terbit Traumatik (1997), Kalah atau Menang (1997), Taman Getsemani (2016), Bercumbu dengan Hujan (2021), Tidur di Ranjang Petir (2021), Mata Elang Menabrak Karang (2021), Rumah Terbelah Dua (2021).
Pada saat ini Pulo Lasman Simanjuntak sedang mempersiapkan penerbitan buku Antologi Puisi Tunggal ke-8 berjudul Bila Sunyiku Ikut Terluka (2022).
Beberapa karya puisinya juga telah diterjemahkan (dialihaksarakan) kepada penulisan aksara Arab Melayu.
Pada Minggu 18 September 2022 puisinya berjudul Pohon Itu Kesunyian atau The Tree Was Silent mendapat sertifikat keunggulan dari Global Poetry Forum karena dinilai puisi tersebut luar biasa.
Namanya juga telah masuk dalam buku Pintar Sastra Indonesia (2001) yang disunting oleh Pamusuk Eneste, serta buku Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017) yang disunting oleh Maman S. Mahayana bersama Sutardji Calzoum Bahchri, Abdul Hadi W.M, Rida K.Liamsi, Ahmadun Y. Herfanda, dan Hasan Aspahani.
Pada tahun 2021 ia mendapat piagam dan medali penghargaan Setya Sastra Nagari (30 tahun Kesetiaan Sastra Indonesia) oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
Pada bulan Juni dan Juli 2022 berturut-turut karya puisinya memperoleh juara III dan juara II Puisi Pilihan Terbaik oleh Komunitas Sastra SNW ( Sastra Nusa Widhita).
Saat ini Lasman Simanjuntak aktif sebagai anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ), Komunitas dari Negeri Poci, Sastera Sahabat Kita (berpusat di Sabah Malaysia) serta Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP).
