Untukmu Ujung Kenangan
Selembar Kartupos
Kukirim dari Meratus
(1)
Menatap Meratus aku menemukan tanjakan penglipuran
Mendengar nyanyian anginmu melayang jauh di awan
Di terasmu sekarang bersimpuh kupegang lenganmu
Ceriterakan lagi padaku luka rimba di tangkaimu
Tentang pohon yang mengaduh dan daun yang tersayat
Kau ikat setiap bagian tubuhku supaya kelak mengenangmu
Dari sela pohon rimba Loksado kudaki elok langit cahayamu
(2)
Di Amandit aku menyaksikan menetes peluh peradaban
Awan tiba-tiba rebah melepaskan senja ke tepian wajahmu
Terkepung aku di antara ribuan sunyi bumi manikam
Kepada harum angin dan bunyi malam aku bertanya
Akankah benderang rumah hidupku terpejam di ladangmu
Merasakan dengus napas segala ruh berayun di setiap kegelapan
Hanyut bunyi jantungku tertindih pekik arusmu
(3)
Mendaki Dusun Haruyan aku tersirap bunyi kesunyian
Di celah kabut kudengar suara daun saling berpelukan
Pada tebingmu berderai angin memanggil setiap rerumputan
Duduk sendiri di huma terlelap hidupku dibuai bebukitanmu
Masih adakah yang lebih sentausa dari hatiku sepagian ini
Mengulum manis desau ombak samudera halimunmu
Loksado suatu hari pasti kurindukan pukau embunmu.
