Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Bertanya kepada Malaikat Portugal (Karya Melki Deni)

Puisi "Bertanya kepada Malaikat Portugal" karya Melki Deni merenungkan perubahan dalam persepsi dan pengalaman agama di tempat-tempat suci.
Bertanya kepada Malaikat Portugal


Dalam doaku yang tak panjang, aku bertanya kepada María, Malaikat Portugal itu: Mengapa María tak mau menampakkan diri lagi?
Apakah karena Cova de Iria, Fátima bukan lagi padang?

Di bawah terik dan langit tak cerah, dengan sedikit takut didengar oleh para peziarah saya lanjut bertanya: Apakah karena para peziarah hanya datang selfi, merekam video, menyebarkan ke seluruh dunia, dan pulang? Atau María tahu lantas malu kalau aku yang gersang ini akan datang menyaksikan kemegahannya?

Aku tak tahu: María tak menjawab doaku ataukah aku tak dapat mendengarkan jawabannya.



Cova de Iría, Fátima-Portugal
29 Agustus 2023

Analisis Puisi:
Puisi "Bertanya kepada Malaikat Portugal" karya Melki Deni adalah karya sastra yang menggambarkan pertanyaan seorang individu kepada Malaikat Portugal, Maria, terkait perubahan dalam persepsi dan pengalaman agama di tempat-tempat suci seperti Cova de Iria, Fátima.

Tema Sentral: Tema sentral dalam puisi ini adalah perubahan dalam persepsi dan pengalaman agama di tempat-tempat suci. Penyair merenungkan mengapa Maria tidak lagi menampakkan diri kepada para peziarah dan apakah perubahan ini disebabkan oleh perubahan dalam perilaku peziarah itu sendiri.

Pertanyaan Terhadap Agama dan Perilaku Manusia: Puisi ini mengangkat pertanyaan tentang bagaimana tempat-tempat suci seperti Fátima telah berubah dari tempat yang penuh keagungan dan keheningan menjadi tempat yang ramai dengan aktivitas turis dan selfie. Penyair merenungkan apakah perubahan ini disebabkan oleh perubahan dalam perilaku manusia dan apakah hal ini membuat Maria merasa malu.

Bahasa yang Sederhana: Penyair menggunakan bahasa yang sederhana untuk mengungkapkan pertanyaannya. Gaya bahasa yang sederhana membuat puisi ini mudah diakses oleh pembaca dan memungkinkan mereka untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Keraguan dan Merenung: Puisi ini menciptakan atmosfer keraguan dan merenung. Penyair tidak mendapatkan jawaban langsung dari Maria, dan ini mencerminkan ketidakpastian dalam mencari pemahaman tentang agama dan perubahan dalam pengalaman agama.

Pesan Kehidupan: Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan perubahan dalam dunia modern terhadap tempat-tempat suci dan agama. Hal ini juga menggambarkan bagaimana perilaku manusia dapat memengaruhi pengalaman spiritual mereka sendiri dan pengalaman agama secara keseluruhan.

Puisi "Bertanya kepada Malaikat Portugal" adalah karya yang merenungkan perubahan dalam persepsi dan pengalaman agama di tempat-tempat suci. Ini menciptakan suasana keraguan dan merenung, dan mengajak pembaca untuk merenungkan dampak perilaku manusia terhadap agama dan tempat-tempat suci.

Puisi Melki Deni
Puisi: Bertanya kepada Malaikat Portugal
Karya: Melki Deni

Biodata Melki Deni:
  • Melki Deni adalah mahasiswa STFK Ledalero, Maumere, Flores, NTT.
  • Melki Deni menjuarai beberapa lomba penulisan karya sastra, musikalisasi puisi, dan sayembara karya ilmiah baik lokal maupun tingkat nasional.
  • Buku Antologi Puisi pertamanya berjudul TikTok. Aku Tidak Klik Maka Aku Paceklik (Yogyakarta: Moya Zam Zam, 2022).
  • Saat ini ia tinggal di Madrid, Spanyol.
© Sepenuhnya. All rights reserved.