Puisi: Menjelang Keberangkatan (Karya Melki Deni) Menjelang Keberangkatan (1) Menjelang keberangkatan, aku ingin menanggalkan beberapa potongan kisah yang miskin kasih itu di gerbang bandara Soekarno…
Puisi: Ini Mati Takut Cinta (Karya Melki Deni) Ini Mati Takut Cinta : TelmaKoisine Kau tak perlu menangis, kalau aku pergi lebih dahulu ke Negeri Seberang, tetapi menangislah mengapa kita tak bers…
Puisi: Paradoks Kota (Karya Melki Deni) Paradoks Kota Waktu masih kanak-kanak kita bermain patgulipat di antara bunga-bunga dan kolong dapur; sebelum alat-alat berat melebarkan jalan-jalan;…
Puisi: Hujan Januari (Karya Melki Deni) Hujan Januari Mendung mengaburkan lanskap kota, aku mencari matamu. Matamu menyembunyikan cinta yang tak terpendam. Aku tak ingin buru-buru mendakuka…
Puisi: Mati (Karya Melki Deni) Mati Sementara Tuhan bersembunyi dari Sepi, dan kita tak bosan-bosannya menanti sampai mati menjemput kita kembali ke Kesepian Asali Ada yang berbisi…
Puisi: Jalan Menuju Rumahmu (Karya Melki Deni) Jalan Menuju Rumahmu Kau hanya perlu menunggu, meskipun ia tak pasti datang ia berjalan ke sana kemari tanpa mengeluh, mencari jalan menuju Rumahmu. …
Puisi: Tidak Ada Rindu untuk Tuhan (Karya Melki Deni) Tidak Ada Rindu untuk Tuhan Saya melihat seorang muda sibuk dengan ponsel pintarnya selama 24 jam di semua tempat. Sementara dia cengar-cengir sendir…
Puisi: Buku Membebaskan Kita (Karya Melki Deni) Buku Membebaskan Kita Sudah kuduga anak-anak yang mengerubungi perpustakaan itu tidak membaca atau meminjam buku. Seperti biasa, mereka menceritakan …
Puisi: Tujuh Pleidoi Terhadap Tuhan Masa Kecil (Karya Melki Deni) Pleidoi Terhadap Tuhan Masa Kecil (1) Saya meninggalkan Tuhan masa kecil di rumah ibadat, yang hari demi hari jumlah pengunjung makin berkurang dan b…
Puisi: Tidur (Karya Melki Deni) Tidur Kita yang asyik menguap lebar-lebar sama sekali tidak ingat lagi akan beberapa adegan dalam mimpi yang sempat menjadikan kita asing, dari kita.…
Puisi: Cinta Sejati (Karya Melki Deni) Cinta Sejati Cinta sejati adalah akar yang bekerja cerdas dalam diam di bawah tanah dengan keheningan mendalam tanpa menuntut kesejukan daun-daun dan…
Puisi: Mengenalmu Sebelum Cinta (Karya Melki Deni) Mengenalmu Sebelum Cinta Aku mengenalmu sebelum cinta melemparkan ego kita ke permukaan pasir putih — menarik batang-batang pohon, dedaunan, bunga-bu…
Puisi: Inspirasi (Karya Melki Deni) Inspirasi Telma, gadis yang dirancang Tuhan, yang enggan kumiliki aku memahami perjalanan menuju diri sendiri seperti berjalan di dalam terowongan te…