Puisi Melki Deni

Puisi: Telat Enam Bulan (Karya Melki Deni)

Telat Enam Bulan (1) Pada dinihari seorang gadis kecil keluar dari sebuah kamar Merayakan kematiannya detik demi detik Menghentikan waktu yang melunc…

Puisi: Cara Ibu Menenun Kami (Karya Melki Deni)

Cara Ibu Menenun Kami : buat Maria Magdalena Fatima Ida Ibu mengisahkan kami terbuat dari helai-helai benang, yang ia jalin bersama Yang Lain. Ia mem…

Puisi: Riwayat Sepi (Karya Melki Deni)

Riwayat Sepi Pada Mulanya Tuhan menciptakan Semua Sepi dari Sepi. Adam diciptakan karena Alam Semesta, dan binatang-binatang Sepi. Hawa dilukis dari …

Puisi: Aku Ingin Mencium (Karya Melki Deni)

Aku Ingin Mencium Aku ingin mencium bibirmu karena aku tahu kata-kata mengalir dari bahasa dalam tubuhmu: aku ingin mendengarkannya pertama kali di s…

Puisi: Menjelang Keberangkatan (Karya Melki Deni)

Menjelang Keberangkatan (1) Menjelang keberangkatan, aku ingin menanggalkan beberapa potongan kisah yang miskin kasih itu di gerbang bandara Soekarno…

Puisi: Ini Mati Takut Cinta (Karya Melki Deni)

Ini Mati Takut Cinta : TelmaKoisine Kau tak perlu menangis, kalau aku pergi lebih dahulu ke Negeri Seberang, tetapi menangislah mengapa kita tak bers…

Puisi: Paradoks Kota (Karya Melki Deni)

Paradoks Kota Waktu masih kanak-kanak kita bermain patgulipat di antara bunga-bunga dan kolong dapur; sebelum alat-alat berat melebarkan jalan-jalan;…

Puisi: Hujan Januari (Karya Melki Deni)

Hujan Januari Mendung mengaburkan lanskap kota, aku mencari matamu. Matamu menyembunyikan cinta yang tak terpendam. Aku tak ingin buru-buru mendakuka…

Puisi: Mati (Karya Melki Deni)

Mati Sementara Tuhan bersembunyi dari Sepi, dan kita tak bosan-bosannya menanti sampai mati menjemput kita kembali ke Kesepian Asali Ada yang berbisi…

Puisi: Jalan Menuju Rumahmu (Karya Melki Deni)

Jalan Menuju Rumahmu Kau hanya perlu menunggu, meskipun ia tak pasti datang ia berjalan ke sana kemari tanpa mengeluh, mencari jalan menuju Rumahmu. …

Puisi: Tidak Ada Rindu untuk Tuhan (Karya Melki Deni)

Tidak Ada Rindu untuk Tuhan Saya melihat seorang muda sibuk dengan ponsel pintarnya selama 24 jam di semua tempat. Sementara dia cengar-cengir sendir…

Puisi: Buku Membebaskan Kita (Karya Melki Deni)

Buku Membebaskan Kita Sudah kuduga anak-anak yang mengerubungi perpustakaan itu tidak membaca atau meminjam buku. Seperti biasa, mereka menceritakan …

Puisi: Tujuh Pleidoi Terhadap Tuhan Masa Kecil (Karya Melki Deni)

Pleidoi Terhadap Tuhan Masa Kecil (1) Saya meninggalkan Tuhan masa kecil di rumah ibadat, yang hari demi hari jumlah pengunjung makin berkurang dan b…
© Sepenuhnya. All rights reserved.