Atas Rayuan
dua mata yang menyatu dalam pertemuan
aku bisikan kata hati
agar tumbuh kuat
terdapatlah bola-bola mata menyalakan hidupnya
ada kata tersipu di wajah, telah bersinar
nyanyian merdu dari bahasa ibu, aku setel
"Apakah kamu telah tumbuh bulu cantik di sangkarmu?"
lalu ia meletakkan dirinya di pipi
melukis kemerah-merahan manja. Kosa kata apalagi yang akan aku bunyikan dari kamus kecil, berlambang hati
ah, ada. Sebelum petang aku catat dari buku
bertuliskan abadi dalam cerita selanjutnya
bermacam-macam cerita
yang akan kami gali
kita pun menjadi merpati
yang menjodohkan diri dengan waktu
2023
Analisis Puisi:
Puisi "Atas Rayuan" karya Kliwon Mansi memaparkan pertemuan yang penuh dengan makna dan nuansa asmara. Dengan menggunakan bahasa yang indah, puisi ini menggambarkan keindahan percintaan melalui pertemuan dua mata yang berpadu dalam nuansa kelembutan dan kehangatan.
Dua Mata yang Menyatu: Dua mata yang menyatu menciptakan gambaran pertemuan kedua individu. Mata sebagai jendela jiwa menjadi medium di mana kata-kata hati berbisik dan hubungan emosional mulai tumbuh.
Bisikan Kata Hati: Penggunaan kata hati yang memberi bisikan menciptakan suasana keintiman. Kata hati menjadi instrumen utama dalam proses berkomunikasi, memupuk kekuatan dan membangun fondasi hubungan.
Bola-Bola Mata Menyalakan Hidup: Metafora bola-bola mata yang menyalakan hidup menggambarkan adanya kehidupan dan semangat dalam percintaan. Ini menciptakan citra bahwa pertemuan membawa kehidupan baru.
Kata Tersipu di Wajah: Kata-kata yang tersipu di wajah menciptakan gambaran ekspresi malu atau senang. Hal ini menunjukkan bahwa suasana percintaan membawa kebahagiaan dan emosi yang mendalam.
Nyanyian Merdu dari Bahasa Ibu: Bahasa ibu yang dijadikan nyanyian merdu menciptakan nuansa kehangatan dan keakraban. Seolah-olah bahasa menjadi alat yang menghubungkan dua hati dengan harmoni.
Pertanyaan Mengenai Bulu Cantik: Pertanyaan mengenai tumbuhnya bulu cantik menciptakan gambaran keseharian dan keintiman dalam hubungan. Dialog ini memberikan sentuhan keceriaan dan kepolosan.
Kosa Kata dari Kamus Kecil: Penggunaan kosa kata dari kamus kecil yang berlambang hati menyoroti keindahan hubungan. Kliwon Mansi memilih kata-kata dengan hati-hati untuk menciptakan kesan romantis dan bermakna.
Catatan dari Buku: Catatan dari buku bertuliskan abadi dalam cerita selanjutnya menciptakan nuansa keabadian dalam hubungan. Puisi ini mengeksplorasi cerita-cerita yang akan terus dijalani bersama.
Cerita dari Kamus Kecil: Penggunaan kamus kecil sebagai sumber kosa kata menunjukkan upaya untuk memahami dan meresapi makna kata-kata dalam hubungan. Hal ini menciptakan nuansa belajar dan tumbuh bersama.
Merpati yang Menjodohkan Diri dengan Waktu: Metafora merpati yang menjodohkan diri dengan waktu menciptakan gambaran kesetiaan dan hubungan yang berlanjut. Waktu dianggap sebagai sekutu yang mendukung keberlangsungan cinta.
Puisi "Atas Rayuan" berhasil menyajikan kisah percintaan dengan indah dan penuh makna. Kliwon Mansi menggunakan bahasa yang lembut dan imajinatif untuk menggambarkan pertemuan dua hati yang tumbuh dalam kehangatan dan keseruan percintaan.
Karya: Kliwon Mansi
Biodata Kliwon Mansi:
- Kliwon Mansi lahir pada tanggal 12 September 1995 di Bekasi. Ia memiliki hobi membaca, menulis dan bermain catur.
