Puisi: Kutukan Dongeng dalam Diri (Karya Ehfrem Vyzty)

Puisi "Kutukan Dongeng dalam Diri" karya Ehfrem Vyzty penuh dengan keindahan kata-kata dan refleksi mendalam tentang kehidupan, waktu, dan ....
Kutukan Dongeng dalam Diri

Pada rimbunan kata tengah malam
Di bawah purnama yang sebentar lagi berkarat 
Terpahat sejuta dongeng tentang dua insan semasa
Mereka masih melekat erat dengan pagi,
Dongeng-dongeng itu sering kali menjadi teman tidur
Paling lugu dan lucu bagi cucu-cucunya, sedang sendu terlalu
selalu mengakrabi rapuh bagi tubuhnya
Lalu tak ada yang lain setelah itu,
selain rindu yang sebentar lagi membelenggu,
gerimis tiba-tiba sungging di nadi,
Banjir perlahan menenggelamkan karang di dada
Dan longsor tiba-tiba menjeboli isi kepala
Hingga bonyok, merontoki darah tak sungkan-sungkan
Sengsara sekaliiiii...
Dongeng itu mengutuk tuannya sendiri

2024

Analisis Puisi:
Puisi "Kutukan Dongeng dalam Diri" karya Ehfrem Vyzty adalah sebuah karya yang penuh dengan keindahan kata-kata dan refleksi mendalam tentang kehidupan, waktu, dan kekuatan dongeng sebagai bagian dari budaya dan warisan kolektif manusia.

Atmosfer Malam dan Purnama: Puisi ini membawa pembaca ke suasana tengah malam di bawah cahaya purnama yang berkilauan. Suasana ini menciptakan latar belakang yang magis dan misterius, membangkitkan imajinasi dan refleksi mendalam tentang kehidupan.

Dongeng sebagai Warisan Budaya: Dongeng digambarkan sebagai bagian integral dari kehidupan manusia, terpahat dalam sejuta kata dan cerita yang diceritakan dari generasi ke generasi. Dongeng menjadi teman tidur yang lugu dan lucu bagi cucu-cucu, namun juga menyimpan kedalaman makna dan pelajaran bagi yang menyimaknya dengan teliti.

Kontras Antara Kenangan Bahagia dan Kesedihan: Meskipun dongeng-dongeng itu sering kali menjadi teman yang menyenangkan, mereka juga mengandung kutukan terselubung. Pembaca dihadapkan pada kontras antara kenangan bahagia dan realitas kehidupan yang penuh dengan penderitaan dan ketidakpastian.

Kutukan dan Kehancuran: Puisi ini mencapai puncaknya ketika mengungkapkan bahwa dongeng itu mengutuk tuannya sendiri. Ini mengisyaratkan bahwa dongeng, meskipun memiliki kekuatan untuk menghibur dan menginspirasi, juga bisa menjadi alat yang merusak dan menghancurkan jika tidak dihadapi dengan bijaksana.

Gaya Bahasa dan Imaginatif: Ehfrem Vyzty menggunakan bahasa yang kaya dan imajinatif, menciptakan gambaran yang kuat dan memikat pembaca. Penggunaan kata-kata yang padat dan ritme yang mendalam menciptakan suasana yang intens dan memikat.

Melalui puisi ini, Ehfrem Vyzty mengajak pembaca untuk merenungkan tentang kekuatan dan potensi bahaya dalam dongeng dan warisan budaya kita. Puisi ini menjadi sebuah refleksi tentang kehidupan, waktu, dan kekuatan kata-kata yang dapat membentuk dan merusak dunia di sekitar kita.

Ehfrem Vyzty
Puisi: Kutukan Dongeng dalam Diri
Karya: Ehfrem Vyzty

Biodata Ehfrem Vyzty:
  • Ehfrem Vyzty lahir pada tanggal 9 Juni 2003 di Manggarai, Flores, NTT.
  • Ehfrem Vyzty sudah mengikuti lomba cipta puisi di berbagai media dan telah mendapatkan sertifikat sebagai penulis terbaik. Beberapa puisi maupun cerpennya telah dibukukan.
  • Ehfrem Vyzty merupakan siswa SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT.
© Sepenuhnya. All rights reserved.