Puisi: Subuh Berlalu (Karya Ulfatin Ch.)

Puisi "Subuh Berlalu" karya Ulfatin Ch. adalah refleksi atas perubahan waktu dari subuh ke pagi, serta perbandingan antara dua elemen alam yang ...
Subuh Berlalu

Subuh berlalu
di seberang, daun-daun gugur
menepis malam
hingga kabut terbaring
Engkaukah itu melintas pelangi
terbakar matahari

Pagi telah bangkit hari ini
membuka jendela melepas bangau
terbang ke pantai
seperti ikan-ikan ia bermain gelombang
lalu menjelma lumut
kau pun mengendap di dasar laut

1992

Analisis Puisi:

Puisi "Subuh Berlalu" karya Ulfatin Ch. adalah refleksi atas perubahan waktu dari subuh ke pagi, serta perbandingan antara dua elemen alam yang berbeda.

Perubahan Waktu dan Alam: Penyair merenungkan perubahan waktu dari subuh ke pagi. Subuh digambarkan sebagai waktu yang berlalu, dengan daun-daun yang gugur dan kabut yang menyelimuti malam. Ini menggambarkan transisi alami dari kegelapan menuju cahaya yang terang pada pagi hari.

Metafora Pelangi: Penyair menggunakan metafora pelangi yang terbakar matahari untuk menggambarkan kemungkinan kehadiran seseorang atau sesuatu yang bersinar terang di tengah-tengah kegelapan dan kabut subuh. Pelangi adalah simbol harapan dan keindahan yang muncul setelah badai, menawarkan gambaran yang mempesona dari keajaiban alam.

Pagi yang Menjanjikan: Puisi ini menciptakan gambaran yang optimis tentang pagi yang baru bangkit. Pagi membawa harapan baru dan kesegaran, terbukanya jendela merupakan tanda bahwa alam sedang bersiap untuk menyambut keindahan dan aktivitas baru. Kehadiran burung bangau yang terbang ke pantai menciptakan gambaran yang hidup tentang kebebasan dan perubahan.

Perbandingan dengan Alam: Penyair menggunakan perbandingan antara aktivitas alam, seperti burung bangau dan ikan-ikan yang bermain di gelombang, dengan kehadiran seseorang yang meresapi kedalaman dan kegelapan alam. Hal ini menciptakan gambaran tentang kedalaman emosional dan spiritual yang terjadi dalam kontemplasi terhadap alam.

Simbolisme Laut: Kehadiran lumut di dasar laut menjadi simbol kedalaman emosi dan pikiran. Kemungkinan adanya seseorang yang mengendap di dasar laut menciptakan kesan bahwa ada proses penyembuhan atau pemahaman yang dalam dalam proses perubahan dan transisi.

Puisi "Subuh Berlalu" adalah refleksi yang dalam tentang perubahan waktu dari subuh ke pagi dan perbandingan antara alam dengan kehadiran manusia. Penyair menggambarkan proses transisi alami dari kegelapan menuju cahaya, serta mengeksplorasi simbolisme alam untuk menggambarkan perjalanan emosional dan spiritual. Dengan bahasa yang indah dan gambaran yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang perubahan dan harapan dalam kehidupan.

Ulfatin Ch.
Puisi: Subuh Berlalu
Karya: Ulfatin Ch.

Biodata Ulfatin Ch.:
  • Ulfatin Ch. lahir pada tanggal 31 Oktober 1966 di Pati.
© Sepenuhnya. All rights reserved.