Pemandangan
Kubiarkan bakau-bakau di rawa pantai itu melanjutkan pesanmu,
awan jingga, langit jingga, angin jingga dan laut jingga
Riak air yang belas padaku menghiba sepanjang lagu, dahan-
dahan yang sudah mati kembali menari-nari menyambut
embunmu senjahari
Di tengah laut namamu bermain cahaya, aku sangat ingin ke sana,
tapi terasa dengan sampan seribu tahun aku tak sampai
Dengan keharuan, mungkinkah cukup satu denyutan?
1978
Sumber: Bulan Tertusuk Lalang (1982)
Analisis Puisi:
Puisi "Pemandangan" karya D. Zawawi Imron menawarkan gambaran yang kaya dan melankolis tentang pemandangan alam yang dipenuhi dengan warna jingga. Dengan gaya bahasa yang penuh imajinasi dan refleksi mendalam, puisi ini mengeksplorasi tema keterpisahan dan keindahan alam.
Tema dan Makna
- Keterhubungan dan Keterpisahan: Puisi ini menggambarkan pemandangan alam di rawa pantai dengan elemen-elemen seperti bakau, awan, langit, angin, dan laut yang semua berwarna jingga. Kontras antara keindahan yang melimpah dan perasaan keterpisahan diperlihatkan dalam frasa "aku sangat ingin ke sana, / tapi terasa dengan sampan seribu tahun aku tak sampai." Keterpisahan ini menciptakan rasa kerinduan yang mendalam dan melankolis, seolah-olah keindahan tersebut terlalu jauh untuk dijangkau.
- Melankolia Alam: Penggunaan warna jingga yang berulang-ulang dalam puisi ini memberikan nuansa melankolis dan kehangatan. "Awan jingga, langit jingga, angin jingga dan laut jingga" menunjukkan keindahan yang terhubung dengan perasaan nostalgia dan kesedihan. Pemandangan alam yang digambarkan seolah-olah mengekspresikan perasaan batin penyair, menggabungkan keindahan alam dengan emosi pribadi.
- Keindahan dan Kerinduan: Keindahan alam yang digambarkan dalam puisi ini sangat kuat. Dahan-dahan yang mati "kembali menari-nari menyambut / embunmu senjahari" dan "namamu bermain cahaya" menciptakan citra yang indah dari alam yang hidup dan menyambut meskipun ada perasaan keterpisahan. Kerinduan penyair untuk mencapai tempat tersebut menunjukkan seberapa besar keindahan itu mempengaruhi dirinya.
Gaya Bahasa dan Teknik Puitis
- Imaji dan Warna: Puisi ini menggunakan imaji yang kuat untuk menciptakan gambaran visual dan emosional. Warna jingga yang mendominasi puisi menambah kedalaman dan kehangatan, menciptakan suasana yang penuh warna dan melankolis. Gambar seperti "riak air yang belas" dan "dahan-dahan yang sudah mati kembali menari-nari" memperkuat efek visual dan emosional.
- Simbolisme: Simbolisme dalam puisi ini sangat penting. Bakau di rawa pantai, awan jingga, dan laut jingga semuanya bisa dianggap sebagai simbol dari berbagai aspek kehidupan dan emosi. Bakau, yang biasanya dianggap sebagai simbol ketahanan dan stabilitas, mungkin menunjukkan kekuatan dalam menghadapi keterpisahan. Laut jingga dan awan jingga bisa menggambarkan keindahan yang melampaui jangkauan manusia.
- Struktur dan Ritme: Puisi ini memiliki struktur yang bebas dan aliran yang mengalir, mencerminkan sifat alam dan perasaan melankolis yang mendalam. Struktur ini memperkuat perasaan kerinduan dan ketidakmampuan untuk mencapai keindahan yang digambarkan. Ritme yang tidak teratur dan penggunaan enjambment (lanjutan kalimat dari satu baris ke baris berikutnya) menciptakan aliran yang alami dan reflektif.
Kesan dan Refleksi
Puisi "Pemandangan" karya D. Zawawi Imron adalah karya yang memadukan keindahan alam dengan perasaan melankolis dan kerinduan yang mendalam. Dengan menggambarkan pemandangan alam yang dipenuhi warna jingga dan menciptakan citra yang kuat, puisi ini menyampaikan perasaan keterpisahan dan keinginan untuk mencapai keindahan yang jauh.
Penggunaan imaji yang kuat dan simbolisme yang mendalam dalam puisi ini menciptakan pengalaman membaca yang menyentuh dan reflektif. "Pemandangan" adalah contoh indah dari bagaimana puisi dapat menangkap keindahan alam sekaligus menyampaikan emosi yang kompleks dan pribadi. Puisi ini mengundang pembaca untuk merenung tentang keindahan yang melampaui jangkauan dan bagaimana keterpisahan dapat menambah kedalaman dan makna dalam pengalaman manusia.

Puisi: Pemandangan
Karya: D. Zawawi Imron
Biodata D. Zawawi Imron:
- D. Zawawi Imron (biasa disapa Cak Imron) adalah salah satu penyair ternama di Indonesia, ia lahir di desa Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ia sendiri tidak mengetahui dengan pasti tanggal kelahirannya.