Puisi: Tentang Kepuasan (Karya Sobron Aidit)

Puisi "Tentang Kepuasan" karya Sobron Aidit menggambarkan perjuangan yang konstan dan keinginan untuk melampaui batasan-batasan yang ada, ...
Tentang Kepuasan

Kelahiran di sini tertumpah di atas saringan
Memercik lagi ke arah tujuannya sendiri
Dan tiap pendapatan tersembunyi segala tangis
Pula marah pada diri

Lain kumpulan pergi ke dalam kesunyian
Kami, kamilah akan meneruskan kekurangan dan kependekan jalan
Bikin panjang tidak berakhir
Tapi dalam tiap dada
Selalu bertanya dalam gulana
(Kalau kami jadi kau, akan selalu mengenal bintang dan bernyanyi)

Bagaimana pula begitu banyak tiang duga
Yang berpatokan beribu bikin pedoman pergi
Apa tidak dapat jalan dan lari
Kejar, mengejar kepindahan saringan
Tempat dan beri banyak-banyak isi.

Kalau kami jadi kau
Tiada menentukan batas lari
Dan sampai batas menghindarkan membikin pula batas
Tetap tidak akan membuka segala kekosongan
Semakin tinggi hari
Selalu itu dan semangat tidak berpangkalan
Dan telah beribu kali teriakan kami:
Kalau kami jadi kau
Terus jalan, terus menempuh
Sampai mati dalam berlari.

Sumber: Majalah Pudjangga Baru (1951)

Analisis Puisi:

Puisi "Tentang Kepuasan" karya Sobron Aidit mengungkapkan tema yang mendalam dan kompleks mengenai kepuasan, pencarian diri, dan perjuangan tanpa henti. Dengan gaya bahasa yang khas dan penuh makna, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan dan pencarian jati diri.

Kelahiran dan Kesadaran Diri

Puisi ini dimulai dengan gambaran kelahiran yang metaforis, di mana "kelahiran di sini tertumpah di atas saringan" mencerminkan proses pemurnian dan penyaringan pengalaman hidup. "Memercik lagi ke arah tujuannya sendiri" menunjukkan bahwa meskipun seseorang mungkin telah melalui banyak pengalaman, mereka tetap mencari tujuan dan makna yang lebih dalam. Kalimat "Dan tiap pendapatan tersembunyi segala tangis" mengisyaratkan bahwa setiap pencapaian atau hasil sering kali disertai dengan penderitaan atau perjuangan yang tersembunyi.

Perjuangan dan Kepuasan

Bagian berikut puisi ini mengangkat tema perjuangan dan kekurangan. "Kami, kamilah akan meneruskan kekurangan dan kependekan jalan" menggambarkan tekad untuk terus melangkah meskipun menghadapi berbagai kekurangan dan rintangan. "Bikin panjang tidak berakhir" menandakan bahwa perjalanan hidup ini tampaknya tidak memiliki akhir yang jelas, namun dalam setiap dada selalu ada pertanyaan dan keresahan.

Kritik terhadap Pedoman dan Tiang Duga

Sobron mengkritik "tiang duga" dan pedoman yang seringkali membatasi kebebasan individu. "Bagaimana pula begitu banyak tiang duga" mencerminkan kekesalan terhadap berbagai aturan dan pedoman yang membatasi gerak dan pilihan. Penggunaan istilah "saringan" menunjukkan bahwa seringkali kita terjebak dalam batasan-batasan yang kita ciptakan sendiri, sementara "kejar, mengejar kepindahan saringan" menggambarkan usaha tanpa henti untuk mencari cara keluar dari batasan-batasan tersebut.

Pencarian yang Tak Berujung

Puisi ini berakhir dengan penekanan pada pencarian yang tak berujung dan semangat yang tidak pernah pudar. "Kalau kami jadi kau / Tiada menentukan batas lari" menunjukkan bahwa jika kita berada dalam posisi orang lain, kita mungkin akan memiliki pandangan dan tindakan yang berbeda. Namun, pada akhirnya, "Tetap tidak akan membuka segala kekosongan" menunjukkan bahwa pencarian kepuasan dan makna dalam hidup adalah proses yang terus-menerus dan tidak pernah sepenuhnya memuaskan.

Puisi "Tentang Kepuasan" karya Sobron Aidit adalah puisi yang mengeksplorasi tema kepuasan dan pencarian diri melalui bahasa yang kuat dan simbolis. Dengan menggunakan metafora dan kritik terhadap norma-norma sosial, Sobron mengajak pembaca untuk merenungkan perjalanan hidup mereka sendiri dan bagaimana mereka menghadapi tantangan serta pencarian makna dalam kehidupan mereka. Puisi ini menggambarkan perjuangan yang konstan dan keinginan untuk melampaui batasan-batasan yang ada, mencerminkan semangat manusia yang tak pernah padam dalam mencari kepuasan sejati.

Puisi Tentang Kepuasan
Puisi: Tentang Kepuasan
Karya: Sobron Aidit
© Sepenuhnya. All rights reserved.