Buron
baju lain
celana lain
potongan rambut lain
buku yang dibaca lain
bahan percakapan lain
nama lain
identitas lain
ekspresi lain
menjadi
diri
sendiri
adalah tindakan
subversi
di negeri ini
maka
selalu siaga
polisi
tentara
hukum dan penjara
bagi siapa saja
yang menolak
menjadi
orang lain
20 September 1996
Sumber: Aku Ingin Jadi Peluru (2000)
Analisis Puisi:
Puisi "Buron" karya Wiji Thukul adalah sebuah karya sastra yang singkat namun sarat makna. Dalam puisi ini, Thukul dengan tegas menyuarakan tema identitas diri dan subversi terhadap tekanan sosial dan politik.
Identitas dan Perubahan: Puisi ini menyoroti perubahan dalam identitas seseorang. Ada daftar elemen yang menggambarkan perubahan identitas, seperti baju, celana, potongan rambut, dan sebagainya. Ini menciptakan gambaran tentang seseorang yang berusaha untuk menjadi diri sendiri dan mengekspresikan identitasnya yang sejati.
Tindakan Subversif: Dalam puisi ini, menjadi diri sendiri dilihat sebagai sebuah tindakan subversif atau tindakan yang menentang norma atau kekuasaan yang ada. Dengan kata lain, penyair berpendapat bahwa di negara ini, menjadi diri sendiri bisa dianggap sebagai sebuah ancaman terhadap penguasaan dan pengawasan yang ada.
Ancaman terhadap Kekuasaan: Pernyataan bahwa selalu ada pengawasan oleh polisi, tentara, hukum, dan penjara bagi mereka yang menolak menjadi "orang lain" menunjukkan bahwa pemerintah atau kekuasaan tidak selalu mendukung ekspresi diri yang otentik. Sebaliknya, ekspresi diri yang otentik bisa dianggap sebagai ancaman terhadap kekuasaan yang mapan.
Puisi "Buron" menggambarkan perjuangan individu untuk mempertahankan identitas dan integritasnya sendiri dalam masyarakat yang bisa menekan atau memaksa mereka untuk menjadi "orang lain." Ini adalah kritik terhadap tekanan sosial dan politik yang bisa menghambat ekspresi diri dan kebebasan individu. Puisi ini juga menyoroti pentingnya subversi sebagai tindakan yang menggugah kesadaran dan perubahan dalam masyarakat.
Karya: Wiji Thukul
Biodata Wiji Thukul:
- Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963.
- Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.
- Wiji Thukul menghilang sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya (dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer).
